Technologue.id, Jakarta – Qualcomm sebelumnya dilaporkan telah menggandeng produsen teknologi asal Korea Selatan yakni Samsung untuk bersama menggarap prosesor mutakhir terbaru dari Qualcomm yaitu Snapdragon 835.

Pada pertengahan bulan November 2016 kemarin, Qualcomm dan Samsung resmi meluncurkan chip prosesor berteknologi fabrikasi 10nm FinFet yang nanti juga akan masuk dalam ajang CES 2017 yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat.

Lalu apa yang baru pada Snapdragon 835 yang memiliki ukuran lebih kecil ketimbang generasi sebelumnya pada seri Snapdragon?

Dilansir PhoneArena, jika dibandingkan dengan Snapdragon 820 teknologi ini menggunakan fabrikasi 14nm. Berbeda dengan Snapdragon 835 mengusung 10nm yang menghasilkan 30 persen ukuran lebih ramping, performa meningkat jauh 27 persen dan terlebih kosumsi daya lebih baik meningkat hingga 40 persen.

Menariknya, pada Snapdragon 835 menerapkan teknologi pengisian daya yang lebih cepat dinamakan Quick Charge 4.0. Menurut Qualcomm pengisian baterai meningkat lebih cepat sekitar 20 persen ketimbang fitur Quick Charge 3.0.

Maka, bila smarpthone mempunyai kapasitas baterai sekitar 2.750 mAh, cukup membutuhkan waktu pengisian 5 menit dan bisa bertahan selama 5jam. Selain itu, pengisian daya dari 0 sampai 50 persen hanya membutuhkan waktu 15 menit saja.

Tidak diragukan lagi smartphone yang nantinya menggunakan Snapdragon 835 tentu dibenamkan pada Samsung Galaxy S8 yang tengah dikembangkan oleh Samsung sampai saat ini. Dikabarkan Samsung menghadirkan Galaxy S8 dalam acara MWC 2017 di Barcelona Spanyol.

Ponsel lain pun dilaporkan mengantri untuk menggunakan chipset terbaru dari Qualcomm diantaranya smartphone flagship dari LG, Oppo, HTC, Xiaomi, Microsoft Surface Phone dan brand smartphone ternama lainnya.

Baca Juga:
Samsung Garap Chipset Qualcomm Snapdragon 830 ?

Samsung perkenalkan Exynos 7270, chipset 14nm wearable devices pertama

Intel Mau Bikin Mobill Pintar, Bosan Bikin Chipset?