Ramai-Ramai Turun ke Jalan, Supir Uber Minta Komisi Dinaikkan

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Protes berbentuk aksi turun ke jalanan di sejumlah kota, seperti Los Angeles dan San Francisco dilakukan mitra Uber di Amerika Serikat pada Selasa (29/11/16). Tak sendiri, mereka juga berunjuk rasa bersama kelompok pekerja lain seperti pegawai restoran fast-food dan karyawan bandara. Tujuan mereka sama, yaitu upah minimum yang lebih tinggi.

Seperti nama kampanyenya, yakni Fight for $15, dalam kampanye yang meluas di AS tersebut, para demonstran menuntut bayaran 15 USD (sekitar Rp 202 ribu) per jam kepada perusahaan yang mempekerjakan mereka. Supir Uber sendiri berharap agar upah mereka bisa dinaikan. Alasannya, para mitra tidak diakui pegawai oleh Uber, melainkan kontraktor independen.

Itu artinya, Uber tidak berkewajiban memberi perlindungan tetap pegawai, mulai dari asuransi kesehatan hingga perawatan armada para mitra yang dipakai mencari uang sehari-hari.

Di sisi lain, Uber memang punya nilai valuasi tinggi, yakni Rp 919 triliun. Namun, mengutip CNET (28/11/16), mereka sendiri kesulitan mencari profit. Di semester pertama 2016 saja, pundi-pundi perusahaan yang dinakhodai Travis Kalanick itu minus sebesar Rp 17 triliun.

Selain itu, Uber mengatakan para mitra sebenarnya bisa mendapatkan 30 USD (sekitar Rp 405 ribu) per jam. Namun, tak semua driver bisa meraih titik itu. Dari studi yang dilakukan Jonathan Hall, pegawai dan shareholder Uber bulan November lalu, mitra Uber rata-rata mengantongi 20,19 USD (sekitar Rp 273 ribu) saja per jam. Apalagi di area urban, hanya 13,25 USD (sekitar Rp 180 ribu) yang bisa didapatkan.

Sekadar informasi, kampanye Fight for $15 sudah berdampak di beragam perusahaan. Salah satu contohnya adalah Facebook. Kini karyawan di sana upah minimalnya sudah 15 USD per jam atau malah lebih tinggi.

 

Baca juga:

Duit Uber Minus Rp 17 triliun Tahun Ini, Gara-Gara Subsidi?

Uber Sudah Sediakan Armada Baru Tanpa Supir

Tiba-Tiba, Uber Jegal Keluarga Facebook Inc.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories