Baca Juga: Ternyata Perusahaan Milik CIA Membantu Memata-matai Dunia
"Secara garis besar saya gak bisa menilai policy dari Google ya. Tapi menurut saya ya karena siapapun bisa mengupload aplikasi di Play Store. Mungkin karena pengguna Android juga lebih banyak jadi para penjahat siber lebih memilih aplikasi Android sebagai alatnya," ujarnya pada Rabu (26/2/2020). Sebelumnya, White OPS, perusahaan keamanan siber melaporkan telah mengidentifikasi aplikasi berbahaya di Play Store. Aplikasi berbahaya tersebut menggunakan kode ‘Saroka’ dan ‘Sogo’ yang dapat menampilkan iklan di ponsel bahkan ketika aplikasi tidak digunakan.Baca Juga: Pahami Beda Blokir Ponsel Ilegal dengan Metode Blacklist dan Whitelist
Salah satu korban mengatakan setelah mengunduh aplikasi ini, ada banyak iklan yang muncul, bahkan saat ingin menulis ulasan di Play Store akan muncul empat iklan yang ditampilkan. Spam iklan tersebut akan muncul dilayar ponsel dalam waktu 20 detik. Ia menyebutnya virus karena iklan tersebut ditampilkan secara non-stop.