Review: Huawei P9, Revolusioner dengan Dual Kamera Leica

Desain Sederhana Huawei P9

Mengingat jaringan telekomunikasi 4G yang dibawa ponsel sehingga mengharuskannya ikuti peraturan pemerintah terkait TKDN, Huawei P9 untuk pasar Indonesia lantas dirakit di pabrik Huawei di Surabaya, Jawa Timur. Jadi tak heran smartphone ini agak telat masuk  Indonesia. Hal ini disebabkan adanya kendala teknis saat mengalihkan proses produksi P9,  khususnya dalam hal transfer teknologi. Selain itu perlu juga pengendalian mutu demi memenuhi standar yang ada.

Layaknya produk premium Huawei lainya, desain Huawei P9 ini tampak minimalis. Bodinya terbuat dari aluminimum dengan bagian depan yang dilapisi kaca 2.5D. Jika dibandingkan dengan Huawei P9 Lite, maka Huawei P9 agak sedikit lebih tipis, yaitu hanya 6,95 mm saja. Demikian juga beratnya, Huawei P9 justru lebih ringan dari versi Lite, yaitu 144 gram. Sementara ukuran layar P9 dan P9 Lite sama, yaitu 5,2 inci, begitu pula dengan resolusinya yang Full HD.

Pada bagian depan, layar P9 ini dibuat tanpa tombol fisik. Di barisan atas hanya tampak kamera, sensor dan speaker. Di bawah layar tampak tulisan “Huawei”. Batas pinggiran layar masih terlihat jelas, smartphone ini memang belum mengadopsi model layar lengkung atau pun tanpa bezel. Namun keempat sudut smartphone ini didesain dengan bentuk lengkung yang membuat penampilannya cukup cantik.

Desain sisi belakang bodi Huawei P9
Sisi samping kanan bodi Huawei P9
Sisi samping kiri bodi Huawei P9
Sisi bawah bodi Huawei P9

Pada bagian belakang bodi smartphone, hadir dua kamera Leica yang memang menjadi andalan P9 ini. Letak kedua kamera ini berada di barisan atas bodi belakang dan didampingi dengan lampu flash untuk membantu pencahayaan. Masing-masing kamera belakang memiliki tugasnya masing-masing. Kamera RGB berfungsi untuk menangkap warna, sementara kamera monokrom berfungsi untuk menangkap detil gambar. Keduanya bersinergi demi memperoleh foto dengan kedalaman detil dan warna yang superior. Selain karena bantuan lampu flash, keunggulan P9 pada kondisi pencahayaan yang kurang juga berkat desain dual kamera tersebut mempu menangkap cahaya lebih banyak dengan detil.

Masih pada bodi belakang, di barisan agak bawah dimana dua kamera Leica disematkan, terdapat kotak dengan lengkungan di setiap sudutnya. Kotak tersebut adalah sensor sidik jari. Dengan menggunakan fitur yang terintegrasi dengan sensor ini, maka Anda dapat membuka kunci smartphone hanya dengan sekali sentuhan saja pada kotak tersebut. Punggung ponsel ini menyatu, tak dapat dilepas, karena memang tidak menggunakan baterai yang dapat dilepas. Untuk menyisipkan SIM Card, maka, harus menggunakan pin yang ditusukkan pada lubang di sisi kiri smartphone.

dual kamera Leica

Kendati hanya ada satu tray, namun tray tersebut mampu menampung dua nano SIM Card. Tray untuk SIM Card 2 bersifat hybrid, karena bisa juga dipakai untuk menyisipkan micro SD. Kerennya, smartphone ini dapat secara otomatis mendeteksi kartu, saat dimasukkan dalam kondisi menyala. Sehingga tak perlu restart setelah memasukkan tray.

Beralih ke sisi bawah smartphone, di bagian kiri terdapat jack 3,5 mm untuk memasang headphone. Bergeser ke tengah, terdapat port USB type-C yang diapit oleh dua baut. Dan di paling kanan terlihat lubang speaker.

Tombol volume dan tombol power berada di sisi kanan. Layaknya smartphone Android pada umumnya, bila menekan tombol volume bawah dan power secara bersamaan , maka Anda dapat meng-capture tampilan pada layar. Dan sesuai dengan namanya, tombol volume ini berfungsi untuk mengeraskan dan mengecilkan volume suara. Sementara tombol power untuk mematikan dan menyalakan smartphone.

2 Replies to “Review: Huawei P9, Revolusioner dengan Dual Kamera Leica”

Comments are closed.