Review: Huawei P9, Revolusioner dengan Dual Kamera Leica

 Software

Huawei P9 yang Technologue.id uji coba ini masih menggunakan sistem operasi Android  Marshmallow 6.0 dengan antarmuka EMUI 4.1.1. Tetapi di Cina, smartphone ini sudah dapat diupgrade ke Android Nougat. Seluruh tampilan antarmuka tampak sederhana dengan adanya soft buttons khas OS Android 6.0 yang bisa diubah-ubah penempatannya.

Ada empat kombinasi susunan soft buttons yang dapat dipilih, dua diantaranya menggunakan tiga soft buttons dan dua sisanya menggunakan empat soft buttons. Fungsi Soft buttons keempat adalah untuk membuka panel notifikasi yang sebenarnya bisa juga diakses dengan mengusap layar ke bawah. Soft buttons ini bisa juga dibuat melayang di sisi kanan layar, dengan mengaktifkan Floating dock saat berada di menu Smart assistance.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, smartphone ini memiliki fitur sensor sidik jari. Sistem sidik jari dapat digunakan untuk membuka layar yang terkunci atau mengakses aplikasi yang dikunci. Jadi tak perlu repot lagi memasukkan tombol pin. Sensor sidik jarinya cukup responsif, jika sempat gagal, saat dicoba lagi dengan memperbaiki posisi jari, bisa lolos.

Memang saat pengaturan awal, pengambilan sidik jari dilakukan beberapa kali. Fitur ini dapat juga digunakan untuk menjawab panggilan telepon dan menghentikan bunyi alarm. Selain itu tersedia juga fitur lainnya yang terdapat dalam menu Smart assistance, Huawei ID, Printing, MirrorShare dan lain-lain.

Tampilan home screen Huawei P9 tampak begitu polos, tak ada aplikasi bawaan khas Huawei. Di bawah bar notifikasi, tampak tampilan jam dan informasi cuaca beserta tanggal. Kemudian di bawahnya terdapat pemutar musik dan Google Search. Setelah jeda agak kosong, tampak folder aplikasi-aplikasi bawaan Google di sebelah kiri, kemudian mengarah ke kanan secara berurutan terdapat Play Store, menu Settings dan Camera. Sementara di atas susunan soft button terdapat tombol untuk menelpon, mengakses kontak, SMS dan browser Chrome.

Home Screen

Tampilan home screen ini dapat diubah menjadi lebih sederhana lagi melalui menu Settings > Home screen style, lalu pilih Simple. Pada tampilan ini, terdapat dua halaman utama. Halaman pertama terdiri dari tujuh menu. Di barisan paling atas menampilkan jam dan cuaca layaknya pada tampilan standar. Di bawah nya terdapat dua kolom dan tiga baris, yang masing-masing terdiri dari Dialer, Messaging, Contacts, Camera, Music, dan Gallery. Sementara pada halaman kedua, pada barisan atas terdapat kalender, dan di bawahnya terdapat Chrome, Settings, Standard home, Add, Others dan Downloads.

Demi meningkatkan pengalaman berkomunikasi, Huawei menyediakan fitur LINK+. Fitur tersebut terdiri dari Wi-Fi+ untuk meningkatkan pengalaman berinternet, Signal+ untuk meningkatkan kestabilan sinyal dengan menerima sinyal dari berbagai arah, Roaming+ yang dapat mencari jaringan roaming yang tersedia dengan cepat, serta Link+ live update yang secara otomatis dapat mengupdate data parameter komunikasi melalui jaringan nirkabel demi meningkatkan fitur Link+ yang relevan.

Pengelolaan Dual SIM pada P9 cukup canggih. Bila pada smartphone lain, biasanya hanya tersedia pilihan untuk membuat salah satu SIM Card jadi default, atau memilih SIM Card yang digunakan secara manual. Maka pada P9, terdapat fitur Smart yang secara cerdas merekomendasikan SIM card yang akan digunakan berdasarkan pola menelpon Anda sebelumnya.

Pada menu Motion Control, Anda bisa mengatur untuk mematikan suara panggilan masuk atau suara alarm hanya dengan membalikkan smartphone. Layar juga dapat merespon sentuhan walau menggunakan sarung tangan lho, caranya dengan mengaktifkan Gloves mode.

Informasi lebih lanjut mengenai perangkat keras dan sistem yang digunakan pada smartphone ini dapat dilihat dari aplikasi CPU-Z berikut ini.

2 Replies to “Review: Huawei P9, Revolusioner dengan Dual Kamera Leica”

Comments are closed.