Review: Huawei P9, Revolusioner dengan Dual Kamera Leica

Kinerja mumpuni

Kendati mengandalkan chipset garapan sendiri, Huawei mampu bersaing ketat dengan chipset besutan Samsung. Segala aplikasi dapat berjalan lancar pada P9 ini, bahkan game berat seperti Asphalt 8 pun dapat berjalan dengan mulus.  Huawei P9 menggunakan chipset Kirin 955 besutannya sendiri yang menggunakan prosesor octa core. Saat dicoba untuk memutar video streaming, dan multitasking dengan aplikasi lain, kinerja smartphone ini tetap optimal.

Prosesor grafis smartphone ini mengandalkan Mali-T880 MP4. Tampilan animasi game yang membutuhkan frame rate tinggi pun terlihat mencengagkan. Tim Technologue.id dapat memainkan game Asphalt 8 dengan lancar tanpa lag. Sinergi game ini dengan sensor motionnya pun begitu presisi. Sehingga terasa mudah untuk mengendalikan mobil pada game tersebut.

skrinsut game di Huawei P9

Untuk menambah keyakinan Anda soal kemampuan Huawei P9, berikut hasil pengujian beberapa aplikasi benchmark, Antutu, Quadrant Standard, dan Geekbench yang kami dapat:

Mengacu pada benchmark Geekbench, tampak bahwa kualitas kerja prosesor yang digunakan P9 ini hampir setara dengan Galaxy S7 Edge. Pada kerja prosesor secara single core, bahkan P9 berada di atas kinerja Galaxy S7 Edge, walau masih di bawah Galaxy S7. Namun pada kerja multi-core, kinerja P9 memang agak sedikit di bawah Galaxy S7 Edge.

Smartphone ini dibekali dengan RAM 3 GB dan media penyimpanan berkapasitas 32 GB. Kendati kapasitas tersebut umum digunakan smartphone di kelasnya, tetapi dari segi kinerja, P9 terbukti cukup menonjol. Daya tahan baterai smartphone ini cukup memuaskan dengan kapasitas baterai 3.000 mAh. Smartphone mampu bertahan seharian untuk pemakaian normal. Bahkan saat digunakan bermain game, temperatur smartphone ini cukup stabil, tidak memanas.

2 Replies to “Review: Huawei P9, Revolusioner dengan Dual Kamera Leica”

Comments are closed.