Technologue.id, Jakarta – Revitalisasi kawasan Monas, Jakarta Pusat, mendapat sorotan luas dari masyarakat. Publik ramai-ramai mengkritik penebangan pohon di pelataran selatan Monas yang direvitalisasi.

Pemprov DKI menebang sekitar 190 pohon di sana demi revitalisasi. Masyarakat menilai, Pemprov DKI harusnya memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH), bukan malah menebang pohon.

Baca Juga:
Ramai-ramai Warganet Serukan #4niesLayakDimakzulkan

Gelombang penolakan juga berasal dari dunia maya. Ribuan warganet meramaikan tagar #RakyatTolakRevitalisasiMonas di media sosial. Lebih dari 8000 cuitan muncul di linimasa dalam rangka menyuarakan aspirasi dan tindakan tegas menolak pengerjaan revitalisasi Monas. Seperti diketahui, Monas merupakan ikon penting bagi Indonesia, bukan hanya DKI Jakarta. Oleh karena itu, keberadaan Monas harus dijaga.

Berikut beberapa celotehan warganet mengenai #RakyatTolakRevitalisasiMonas

Selain soal alasan penebangan pohon, proyek revitalisasi itu juga dinilai tak melewati tahapan-tahapan yang telah diatur. Sebelum revitalisasi dilakukan, seharusnya Pemprov DKI mengajukan izin terlebih dahulu kepada Komisi Pengawas untuk selanjutnya dilakukan pembahasan.

Namun sayangnya Pemprov DKI lalai terhadap prosedur tersebut.