Technologue.id, Jakarta - Samsung kembali menghadirkan dua pilihan flagship, yakni Galaxy S26 dan Galaxy S26+, yang membawa peningkatan unggul. Di atas kertas, keduanya berbagi banyak spesifikasi penting seperti chipset Exynos 2600, RAM 12GB, kamera utama 50MP, hingga dukungan Galaxy AI dan pembaruan sistem selama 7 tahun.
Namun setelah digunakan seharian penuh, ada beberapa perbedaan yang benar-benar terasa dalam penggunaan sehari-hari. Bukan soal performa, melainkan pengalaman yang ditawarkan oleh ukuran layar, daya tahan baterai, dan kecepatan pengisian daya.
Simak perbedaan Galaxy S26 dan Galaxy S26+ di bawah ini ya!
Perbedaan Galaxy S26 dan Galaxy S26+
Ukuran Layar
Perbedaan pertama yang langsung terlihat adalah ukuran dimensi dan layar.
Galaxy S26 memiliki ukuran 5,89 x 2,82 x 0,28 inci dan beratnya 167 gram, yang membuatnya relatif ringkas dan mudah dimasukkan ke saku. Sedangkan Galaxy S26+ menawarkan ukuran 6,24 x 2,98 x 0,29 inci dan berat 190 gram.
Soal ukuran layar, Galaxy S26 hadir dengan panel FHD+ berukuran 6,3 inci. Ukuran ini terasa pas untuk pengguna yang mengutamakan kenyamanan. Ponsel lebih ringan, mudah dimasukkan ke saku, dan nyaman digunakan dengan satu tangan saat membalas pesan atau berselancar di media sosial.
Sementara itu, Galaxy S26+ menawarkan layar QHD+ 6,7 inci yang jauh lebih luas. Saat digunakan untuk membaca artikel panjang, menonton video, atau bermain game, ruang ekstra tersebut memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan. Resolusi yang lebih tinggi juga membuat teks dan gambar terlihat lebih tajam.
Kabar baiknya, kedua perangkat sama-sama dibekali tingkat kecerahan puncak hingga 2.600 nits. Artinya, baik Galaxy S26 maupun Galaxy S26+ tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari Indonesia yang terik.
Baterai Jadi Pembeda Utama
Jika ada satu aspek yang paling terasa setelah penggunaan seharian, itu adalah daya tahan baterai.
Galaxy S26 mengandalkan baterai berkapasitas 4.300 mAh. Untuk penggunaan normal seperti media sosial, chatting, foto, dan streaming sesekali, baterai ini masih mampu bertahan hingga malam hari. Namun pengguna yang aktif bermain game atau sering menggunakan kamera kemungkinan perlu mencari charger sebelum hari berakhir.
Sebaliknya, Galaxy S26+ dibekali baterai yang lebih besar, yakni 4.900 mAh. Dalam penggunaan berat sekalipun, perangkat ini masih menyisakan daya yang cukup saat malam tiba. Perbedaan kapasitas hampir 600 mAh tersebut memang terasa dalam pemakaian nyata.
Bagi pengguna yang sering bepergian atau tidak selalu dekat dengan colokan listrik, Galaxy S26+ menawarkan rasa tenang yang lebih besar.
Pengisian Daya Lebih Cepat di Versi Plus
Selain kapasitas baterai yang lebih besar, Galaxy S26+ juga unggul dalam urusan pengisian daya.
Galaxy S26 mendukung pengisian cepat kabel 25W yang sebenarnya masih cukup memadai untuk penggunaan harian.
Namun Galaxy S26+ diberi dukungan fast charging 45W. Saat baterai hampir habis dan waktu terbatas, perbedaan ini sangat terasa. Pengisian daya berlangsung jauh lebih cepat dan dapat mengisi baterai hingga penuh dalam waktu sekitar 45 menit.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, fitur ini menjadi salah satu nilai tambah terbesar dari model Plus.
Performa dan Kamera
Menariknya, Samsung tidak membedakan kemampuan inti kedua perangkat ini.
Baik Galaxy S26 maupun Galaxy S26+ sama-sama ditenagai chipset Exynos 2600, dipadukan RAM 12GB dan kamera utama 50MP. Kualitas foto, performa gaming, multitasking, hingga kemampuan Galaxy AI yang ditawarkan pun identik.
Dari segi kamera, Galaxy S26 dan Galaxy S26+ membawa kamera utama wide 50MP dengan, kamera ultra wide 12MP, kamera telephoto 10MP serta kamera depan 12MP. Kameranya ini dilengkapi dengan pembaruan Nightography yang diklaim dapat menghasilkan foto lebih tajam dan jernih dengan ukuran piksel yang besar.
Namun bedanya, Samsung Galaxy S26+ secara resmi mendukung teknologi Ultra-Wideband (UWB). Chip ini memberikan kesadaran spasial yang sangat presisi hingga tingkat sentimeter untuk berbagai fungsi pintar.
Beberapa kegunaan utama UWB pada Galaxy S26+ diantaranya untuk pelancakan benda atau hewan peliharaan yang dipasangi Samsung Galaxy SmartTag2, dapat digunakan sebagai kunci mobil digital untuk membuka atau menyalakan kendaraan yang kompatibel hingga mempercepat dan mempermudah proses berbagi data atau file antar perangkat Samsung.