Technologue.id, Jakarta – Tak puas dengan pencapaiannya yang sudah didapatkan selama ini di industri elektronik dan gadget, Samsung ke depannya bakal menggenjot industri semikonduktornya agar bisa menguasai industri chipset mobile.

Baca Juga:
Qualcomm dan Samsung Kompak Tak Jual Modem 5G ke Apple

Mengutip dari TheVerge (24/04/19), Samsung dikabarkan sudah mengumumkan sebuah proyek jangka panjang –10 tahun– yang bernilai US$116 miliar atau setara dengan Rp2.363 triliun. Uang tersebut rencananya bakal dialokasikan untuk berbagai pengembangan manufaktur chipset mobile dan pembangunan pabrik yang kemungkinan sudah bisa diluncurkan pada tahun 2030 mendatang.

Dengan melakukan berbagai riset pasar dan pengembangan manufaktur di masa mendatang, Samsung ke depannya ingin menggeser posisi TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Co.) yang selama ini menjadi pabrik manufaktur chipset mobile terkemuka di seluruh dunia.

- Advertisement -

Baca Juga:
Begini ‘Jeroan’ Samsung Galaxy Fold

Untuk mewujudkannya, Samsung rencananya akan membuka sekitar 15.000 lowongan kerja untuk posisi peneliti dan produksi. Rencananya, tenaga kerja yang baru tersebut akan ditempatkan pada pabrik produksi chipset yang tengah digarapnya.

Jika sudah rampung, bukan tidak mungkin Apple dan Qualcomm yang selama ini memproduksi chipset di TSMC akan bergeser ke pabrik buatan Samsung tersebut. Bahkan, pabrik itu juga bisa digunakan sendiri oleh Samsung untuk memproduksi chipset Exynos.