Technologue.id, Jakarta – Ada wacana menarik dari Samsung. Berdasarkan pengakuan seorang narasumber yang identitasnya dirahasiakan, penguasa smartphone dunia itu berencana menjual ponsel bekasnya mulai tahun depan.

Pada Reuters (22/8/16), narasumber tersebut menerangkan kalau smartphone refurbished itu akan dikumpulkan dari Amerika Serikat dan Korea Selatan, tepatnya dari konsumen yang mengikuti program Samsung upgrade.

Namun, belum jelas di mana saja smartphone refurbished ini bakal tersedia, termasuk untuk konsumen di Tanah Air. Walaupun ada kans bisnis ini akan menguntungkan Samsung jika diterapkan di pasar negara-negara berkembang seperti Indonesia dan India. Pasalnya, mayoritas konsumen di negara tersebut belum mampu untuk menebus flagship Samsung di harga normal. Akan tetapi, mungkin ceritanya bisa berbeda kalau perusahaan berusia 78 tahun itu jadi menjual flagship bekasnya dengan harga miring.

Di samping dapat meningkatkan margin profit, dari segi kompetisi di pasar smartphone bukan tidak mungkin program ini bakal membuat Samsung kian memonopoli market. Sebab, mereka bisa saja masuk ke segmen konsumen menengah dengan menawarkan ponsel premium, ranah yang sejauh ini masih menjadi ladang subur vendor-vendor dari Tiongkok dengan produk yang memang dibuat untuk mid-end.

 

Baca juga:

SAMSUNG GALAXY NOTE 7 RESMI DIBOYONG KE INDONESIA, BERIKUT 7 FAKTA UNIKNYA!

SAMSUNG BAKALAN PERKENALKAN GALAXY NOTE 7 EDISI BATMAN?

UNBOXING: SAMSUNG GALAXY S7 EDGE, PONSEL TERPOPULER 2016