Baca juga:
Bisa Tebak Berapa Harga Smart TV 8K 85 Inci dari Samsung Ini?
Produk yang dikembangkan dari riset Project Pontis tersebut ditujukan untuk membantu orang-orang dengan keterbatasan fisik, misalnya penderita quadriplegia (kelumpuhan pada badan), agar bisa menikmati hiburan seperti orang lain. Tanpa perlu menyentuh remote control, pemirsa bisa mengganti channel dan mengatur volume dengan otak mereka. Untuk merancang software ini, peneliti mulanya mengumpulkan sampel bagaimana otak bekerja ketika seseorang ingin berinteraksi dengan televisi. Singkatnya dari sini, dibuatlah model machine learning yang memungkinkan gelombang otak dan/atau pergerakan mata mengontrol televisi tersebut.Baca juga:
Cara agar Smart TV di Rumah Anda Tak Berubah Jadi Mata-mata
Proyek yang dimulai di Swiss tiga bulan lalu ini menggandengCenter of Neuroprosthetics of the Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL). Prototipe software-nya sendiri sudah dipamerkan di konferensi developer Samsung tahunan beberapa waktu lalu.Baca juga:
"Kami tengah membuat teknologi yang lebih kompleks, cerdas, tetapi kami tidak lupa bahwa teknologi ini ditujukan untuk berinteraksi dengan manusia," papar ilmuwan senior EPFL, Ricardo Chavarriaga.