Technologue.id, Jakarta – Sejak dirilisnya smartphone Galaxy S7 pada tahun 2016 silam, Samsung selalu menggunakan menyisipkan prosesor Mongoose pada chipset Exynos miliknya. Namun ke depannya, tampaknya hal itu tak lagi dilakukan.

Mengutip dari GSMArena (04/11/19), Samsung dilaporkan sudah memiliki rencana untuk memangkas divisi yang terkait dalam pengembangan CPU Mongoose di Austin, Texas. Dan akan efektif dilakukan pada 31 Desember 2019 mendatang. Jika hal itu benar-benar dilakukan, maka setidaknya akan ada sekitar 300 karyawan Samsung yang harus dirumahkan.

Pihak representatif Samsung sendiri sudah mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut dilakukan lantaran untuk melakukan pengembangan chipset Exynos menjadi lebih kompetitif di masa mendatang. Oleh karenanya, banyak yang menduga ke depannya Samsung akan mengganti prosesor in-house tersebut dengan prosesor ARM.

Sebelumnya, tak cuma Samsung, seperti Huawei dan Qualcomm pun sempat menggunakan prosesor semi-custom untuk melengkapi komposisi chipset mobile buatan mereka.

Dengan adanya kabar tersebut, diperkirakan smartphone Galaxy S11 nantinya akan tersedia dalam varian chipset Exynos dan Snapdragon. Meski sebenarnya masih tak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya, Samsung bisa jadi sudah tak lagi menyematkan prosesor in-house di dalam smartphone tersebut.