Technologue.id, Jakarta – Mendekati ujung Januari ini, Samsung memaparkan laporan keuangannya untuk kuartal keempat 2016 sekaligus laporan tahunannya. Tak seperti yang diduga kebanyakan orang, tragedi Galaxy Note 7 yang semua unit-nya gagal dijual ke publik faktanya tak berpengaruh terhadap neraca keuangan mereka.

Selama Oktober hingga Desember 2016, Samsung mampu membukukan penjualan sebesar Rp 250 triliunan dari bisnis mobile-nya. Sementara operating profit mereka pada Q4 2016 sebesar dari ranah tersebut mencapai Rp 27 triliun.

Jika dilihat secara setahun, taipan Negeri Ginseng itu terbilang cukup perkasa di bisnis perangkat seluler. Secara nominal, penjualan mereka tahun lalu yang sebesar Rp 1.148 trilunan memang lebih rendah dari 2014 dan 2015. Akan tetapi profit yang dibukukan selama 2016 justru lebih tinggi dibandingkan 2015, yakni Rp 123 triliunan berbanding Rp 116 triliunan.

Apa rahasia di balik moncernya pendapatan Samsung dari sektor gadget ini walaupun Galaxy Note 7 gagal total?

Mengutip pernyataan resmi mereka (24/01/17), divisi mobile mereka bisa melakukan itu berkat penjualan flagship mereka yang solid, contohnya Galaxy S7 dan S7 Edge. Hal tersebut turut ditunjang dengan peningkatan keuntungan dari gadget menengah ke bawah.

Raihan positif Samsung selama 2016 ini pun memungkinkan tercapainya profit selevel atau bahkan lebih baik tahun 2017, andaikata Galaxy S8 sukses besar di pasaran. Ya, perusahaan yang hampir berusia 80 tahun itu sudah mencanangkan untuk merilis suksesor Galaxy S7 bulan ini, kemungkinan di bulan April. Mereka juga mengaku tak akan menyerah untuk menghadirkan seri Galaxy Note yang lebih baik, aman, dan sempurna di tahun ini pula.

 

Baca juga:

Samsung Siap Pamerkan Smartphone Anyar untuk Indonesia, Ada Tebakan?

Di Sini Ada Bocoran Samsung Galaxy S8 Terlengkap!

Samsung Masih Berambisi Rilis Galaxy Note 8, Anda Masih Ingin Beli?