Satu Celah Digital dari Amerika Serikat, Si Negara Teknologi Canggih

Ilustrasi Amerika Serikat (source: Wikimedia)

Technologue.id, Jakarta – Ada satu keuntungan bagi mereka yang terpilih menjadi anggota angkatan bersenjata Amerika Serikat, yakni layanan email khusus mail.mil. Namun jika Anda menganggap layanan surel tersebut lebih aman daripada produk email provider swasta seperti Gmail dan Yahoo Mail, Anda salah.

2015 lalu, investigasi yang dilakukan oleh Motherboard mengungkap bahwa mail.mil tidak memiliki STARTTLS. Itu adalah teknologi enkripsi agar email tidak diintersep. Temuan ini cukup aneh karena teknologi tersebut sebenarnya sudah berusia cukup lama – sekitar 15 tahun, tetapi belum diadopsi oleh negara tempat Silicon Valley berdiri. Padahal proteksi digital bagi militer juga adalah kebutuhan penting.

Tiga tahun berselang, Negeri Paman Sam itu akhirnya bereaksi. Menukil CNN (07/07/17), Pentagon menyatakan mereka akan mulai mengenkripsi email para tentaranya paa Juli 2018 mendatang.

“Pentagon melakukan hal yang tepat dengan mengenkripsi email keluar dan masuk dari server militer. Ini adalah langkah yang baik. Tetapi menurut saya, seharusnya Departement of Defense (Departemen Pertahanan Amerika Serikat) tak harus menunggu setahun untuk menyediakan teknologi standar cyber security ini,” jelas Ron Wyden, Senator dari Oregon, AS.

Sebelumnya, alasan layanan email militer tidak memakai STARTTLS adalah karena teknologi itu menghalangi Defense Information Systems Agency (DISA) dalam menyaring email yang mengandung malware, phising, dan potensi kemanan lainnya. Untuk bisa menggunakan teknologi itu, perlu dilakukan migrasi ke infrastruktur baru dan migrasi ini menelan waktu yang tak sebentar.

 

Baca juga:

Telepon dari +62282 Datang dari Penjahat Cyber?

WhatsApp Makin Susah Ditembus Penjahat Cyber, Tak Percaya?

Bukan Karena Virus, Ini Serangan Cyber Paling Sering Terjadi di 2016