Home Latest News Semester Dua 2020, Gojek Fokus pada Sejumlah Layanan

Semester Dua 2020, Gojek Fokus pada Sejumlah Layanan

Technologue.id, Jakarta – Pandemi virus Corona yang merebak di seluruh penjuru negeri berhasil merubah haluan bisnis sejumlah perusahaan, termasuk Gojek. Perusahaan raksasa asal Indonesia ini mengaku mulai mengambil ancang-ancang baru dengan berfokus pada layanan tertentu.


Hal ini dikatakan langsung oleh Nila Marita, Chief of Corporate Affairs Gojek dalam acara diskusi virtual bertajuk “Startup Indonesia di Tengah Pandemi” yang digagas Forum Wartawan Teknologi (Forwat) Senin (31/8/2020). Pada acara tersebut Nila menyebut pihaknya akan berfokus pada bisnis inti.

Baca Juga:

Gojek Berkolaborasi dengan KKP Pasarkan Kuliner Hasil Laut


“Untuk semester kedua tahun 2020 ini, pertama-tama Gojek akan berfokus pada layanan transportasi online (GoRide dan GoCar), lalu pesan-antar makanan dan kebutuhan pokok (GoFood), kudian dompet digital (GoPay). Untuk diketahui, layanan-layanan ini besar sekali peluangnya,” ujarnya.


Lebih lanjut, pemilihan fokus ini diambil bukan karena tanpa alasan. Menurut Nila, fokus ini dipilih karena selama pandemi layanan-layanan yang telah disebutkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan contohnya GoFood, dimana layanan ini mengalami peningkatan sebanyak tiga kali lipat.


“Di masa pandemi ini kami mencatat adanya peningkatan dilayanan tertentu antara lain, transaksi GoFood dan GoMart yang mengalami peningkatan sebanyak tiga kali lipat, kemudian transaksi pembelian obat di GoMed 103%, serta layanan GoSend 90%. Meskipun ada layanan yang harus terpuruk,” papar Nila.

Baca Juga:

Rayakan Kemerdekaan RI, Gojek Kibarkan Nama di Empat Negara


Kemampuan bertahan Gojek di tengah pandemi virus Corona sendiri menurut Nila tidak lepas dari konsep yang diusung, yakni gojek sebagai sebuah platform yang memiliki banyak layanan. Dengan konsep ini, Gojek tidak hanya bergantung pada satu layanan tetapi juga layanan lainnya.


“Dengan konsep ini, Gojek tidak hanya bergantung pada satu layanan sehingga jika terjadi gangguan, kami masih mempunyai layanan lainnya. Dengan begitu, hingga saat ini kami masih bisa bertahan,” pungkasnya.