Seperti Apa Rasanya Magang di Microsoft, Google, atau Uber?

Ilustrasi pegawai Microsoft (source: Microsoft)

Technologue.id, Jakarta – Pernah punya mimpi bekerja untuk perusahaan terkemuka di industi teknologi dan informasi? Kira-kira, seperti apa kultur perusahaan sekelas Microsoft? Bagaimana kebiasaan bekerja orang-orang di Google? Atau mungkin ingin tahu bagaimana CEO Uber terbiasa memperlakukan pegawainya?

Daripada cuma berandai-andai, mending simak saja pengakuan beberapa orang yang pernah magang di perusahaan tersebut pada BusinessInsider (19/11/16). Mengingat tak semua perusahaan mengizinkan ‘jeroannya’ diumbar ke publik, maka nama narasumber berikut dirahasiakan.

1. Microsoft
Adam mendapatkan posisi di Product Management saat magang di Microsoft. Di sana, ia merasa background-nya sebagai engineer tak 100 persen membantu. Alasannya, di proyek yang ia kerjakan, kemampuan mengidentifikasi user pain points (permasalahan yang dialami user yang seharusnya bisa disediakan solusinya oleh penyedia layanan) sangat perlu.

Keseimbangan bekerja dan kehidupan personal di perusahaan yang berbasis di Redmond itu pun sangat terjaga. Buktinya ketika ada pegawai yang masih ada di kantor pukul 5 sore, pegawai lain akan menyuruh yang bersangkutan untuk pulang.

Terlepas dari itu, Adam merasa nyaman bekerja di Microsoft karena atmosfernya sebagai perusahaan besar sangat terasa sehingga bisa memunculkan bibit kompetitif di benak para pegawai.