Technologue.id, Jakarta – Kaspersky Lab menyebut Indonesia berada di urutan keenam sebagai negara yang paling banyak mendapatkan serangan mobile malware tahun lalu, yaitu sebesar 34,84 persen. Atau setara dengan tiga dari sepuluh pengguna seluler di Indonesia.

Hal ini membuktikan bahwa pelaku kejahatan siber menganggap Indonesia sebagai target yang cukup empuk dalam jenis ancaman tersebut.

Baca Juga:
2019, Perangkat Mobile Makin Banyak Diserang Malware

“Data dalam laporan terbaru kami membuktikan bahwa ancaman tersebut nyata adanya di negara ini, sehingga sudah sepatutnya bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki perhatian lebih terhadap pengetahuan ancaman siber yang lebih baik dan menginstal solusi keamanan yang andal pada perangkat mereka sebelum terlambat,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager di Kaspersky Lab SEA.

Pada tahun 2018, pengguna perangkat mobile menghadapi sebuah serangan siber terberat yang mungkin pernah ada. Sepanjang tahun ini, Kaspersky mengamati teknik terbaru dalam menginfeksi perangkat seluler seperti pembajakan DNS, bersama dengan peningkatan fokus pada skema distribusi yang semakin canggih, seperti spam SMS.

Baca Juga:
Ratusan Juta Akun E-mail Dibobol, Ini Kata Pakar Keamanan Siber

Peneliti Kaspersky Lab telah melihat jumlah serangan menggunakan perangkat lunak berbahaya pada mobile hampir dua kali lipat hanya dalam kurun waktu setahun. Pada
tahun 2018 ada 116,5 juta serangan, jumlah ini meningkat dibandingkan dengan 66,4 juta pada tahun 2017.

Meskipun lebih banyak perangkat yang diserang, jumlah file malware justru semakin menurun, membuat para peneliti menyimpulkan bahwa kualitas mobile malware menjadi lebih berdampak signifikan dan tepat sasaran.

“Tren ini menunjukkan semakin meningkatnya kebutuhan akan solusi keamanan seluler untuk dipasang pada telepon pintar – demi melindungi pengguna dari upaya serangan berbahaya yang dapat menginfeksi perangkat, dari manapun sumbernya,” tandas Viсtor Chebyshev, pakar keamanan di Kaspersky Lab.