Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Serangan Mobile Malware Makin Marak Selama 2023
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Pada tahun 2023, Kaspersky mengamati peningkatan yang stabil dalam jumlah serangan terhadap perangkat seluler, yaitu mencapai hampir 33,8 juta serangan. Hal ini menandai peningkatan sebesar 50% dari angka tahun sebelumnya. Ancaman paling umum terhadap perangkat seluler adalah adware, mencakup 40,8% dari seluruh ancaman yang terdeteksi.

Menurut pakar perusahaan, ada tren peningkatan yang nyata dalam serangan yang menargetkan perangkat seluler. Pada tahun 2023 saja, jumlah serangan serupa melonjak menjadi 33.790.599, ini peningkatan signifikan hampir 52%, dibandingkan dengan 22.255.956 serangan yang tercatat pada tahun 2022.

Baca Juga:
Nama-nama Malware yang "Hits" di Q4 2023

Ancaman paling umum terhadap perangkat seluler adalah adware, sejenis perangkat lunak yang menampilkan iklan pop-up yang tidak diinginkan (dan terkadang menjengkelkan), yang mencakup 40,8% dari seluruh ancaman yang terdeteksi. Mengenai Trojan perbankan, jumlah paket instalasi untuk malware tersebut turun menjadi 153.682 setelah mengalami peningkatan tajam pada tahun lalu ketika angkanya meningkat dua kali lipat. Pada saat yang sama, jumlah serangan yang menggunakan mobile banker tetap pada tingkat yang relatif sama.

Penjahat siber sering kali mendistribusikan ancaman seluler melalui toko aplikasi resmi dan tidak resmi. Pada tahun 2023, para ahli Kaspersky mengamati banyak aplikasi berbahaya yang menyusup ke Google Play.

Baca Juga:
Waspada NKAbuse, Malware Yang Memanfaatkan Blockchain

Salah satu penyamaran paling umum pada tahun 2023 adalah aplikasi investasi palsu yang mengandalkan taktik rekayasa sosial untuk mengekstrak data pribadi dari pengguna, terutama nomor telepon dan nama lengkap, yang kemudian ditambahkan ke database yang digunakan untuk penipuan telepon. Vektor serangan umum lainnya yang diamati adalah mod WhatsApp dan Telegram berbahaya yang dirancang untuk mencuri data pengguna.

"Lonjakan aktivitas malware dan riskware Android sepanjang tahun 2023 menandai perubahan yang mengkhawatirkan setelah periode yang relatif tenang. Peningkatan ini menggarisbawahi ancaman signifikan yang dihadapi pengguna. Ini adalah pengingat akan pentingnya tetap waspada dan menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat untuk melindungi diri dari ancaman dunia maya yang terus berkembang," komentar Anton Kivva, pakar keamanan seluler di Kaspersky.

SHARE:

Google One Akan Lenyapkan Fitur VPN

WhatsApp Diprotes Gara-Gara Turunkan Batas Usia Pengguna Jadi 13 Tahun