Serunya Surga Audiophile di Pameran IHEAC 2016

Stand di IHEAC Show (endah@technologue.id)

Technologue.id, Jakarta – Pameran IHEAC 2016 yang dibuka sejak hari Kamis, 17 November 2016 di Menara Peninsula, Jakarta usai digelar sudah. Banyak hal yang menarik perhatian dari perhelatan kaum audiophile ini. Ada begitu banyak brand terkemuka yang pamer kecanggihan audio video pada ajang ini. Tak terkecuali beberapa brand karya anak bangsa yang sudah mendunia. Di ajang ini pengunjung berkesempatan untuk bertemu dan berkonsultasi langsung dengan para desainer perangkat audio. Tersedia juga koleksi musik berupa CD dan vinyl bagi para audiophile.

Beberapa brand yang turut meramaikan pameran IHEAC tahun ini antara lain adalah Yamaha, Epson, Polytron, Vermouth, Altitude, Stewart, Furman, Lumagen, Venture, Sinar Baja Electric, pro audio, Harberth, Sonos, Oppo, Polytron, Philips, Audio Note, McIntosh dan masih banyak lagi. Salah satu yang menjadi pusat perhatian dari pameran ini adalah penampilan perdana dari LG V20 yang justru belum resmi dipasarkan di Indonesia. Smartphone premium andalan LG ini memang menyasar kalangan audiophile dengan kemampuan audio resolusi tinggi.

Hal yang cukup menarik perhatian lainnya adalah karya anak-anak muda yang tergabung dalam DIY (Do It Yourself) yang menghadirkan produk audio high end kaliber. Dari Yogyakarta ada sound system dengan brand Aurel Bryan rancangan Rudy Gunawan. Sementara dari Depok ada Anistardi yang piawai dalam merancang amplifier. Turut berkolaborasi dalam tim DIY ini adalah Satyagung Indra asal Surabaya yang menghadirkan brand Kaymee pada speaker besutannya.

Aurel Bryan sanggup menandingi perangkat audio yang sudah berkecimpung lama dalam industri tersebut. FR8DFe merupakan driver rancangan Rudy yang mampu menghadirkan high fidelity fullrange audio transducer. Spesifikasi yang diusung oleh driver tersebut mencakup Fullrange 8 inci, tanggapan frekuensi 40 Hz hingga 20 Khz, impedansi nominal 8 ohm, dan sensitivitas 95 dB/W/m/ dan input musikal maksimum 25 W.

Aurel Bryan Karya Rudy Gunawan (endah@technologue.id)
Aurel Bryan Karya Rudy Gunawan (endah@technologue.id)
Tim Pada Stand DIY
Tim Pada Stand DIY, dari kiri ke kanan: Daniel Suroyo, Anistardy dan Rudy Gunawan (endah@technologue.id)

Beralih dari stand DIY, technologue.id  menuju ke Sinar Baja Electric, brand lokal terkemuka dengan kualitas kaliber dunia. Brand ini mengusung dua jajaran seri driver, yaitu SB Accoustic dan  Satori untuk kelas high end. Beberapa tipe speaker kit rancangan Sinar Baja Electric ini antara lain adalah  Rinjani, Ara dan Eka. Dirancang menggunakan driver Satori, Rinjani mampu memberikan reproduksi  suara dinamis dan transparan. Sementara Ara memiliki ukuran lebih kecil dengan konsep desain yang sama dengan Rinjani.

Sinar Baja Electric didirikan sejak tahun 1981 dan berpusat di Surabaya. Riset dan pengembangan produk-produk mereka dilakukan di Denmark, namun produksinya dilakukan di Indonesia. Brand ini sudah banyak diekspor ke mancanegara, terutama ke Eropa. Pasar ekspor terbesar dari Sinar Baja Electric sendiri ada di Denmark.

Sinar Baja Electric (endah@technologue.id)
Sinar Baja Electric (endah@technologue.id)
Driver Besutan Sinar Baja Electric (endah@technologue.id)
Driver Besutan Sinar Baja Electric (endah@technologue.id)

Dari Bali, ada 2-way loudpeaker Little Luccas MKII yang dipamerkan oleh Vermouth Audio. Perangkat rancangan Hendry Ramli ini langsung memikat Indra Qadarsih yang berprofesi sebagai sound engineer  dan musisi jatuh hati. Menurut Indra, suara yang dihasilkan oleh loudspeaker ini menenangkan dan santai.

Vermouth Audio (endah@technologue.id)
Vermouth Audio (endah@technologue.id)

Di ajang ini Venture menghadirkan Quantum Series, speaker aktif generasi baru untuk pertunjukan Live. Kendati merupakan brand asal Belgia, Venture lahir dari tangan orang Indonesia pada tahun 1986. Pendiri Venture adalah Njoo Hoo Kong, namun lebih dikenal dengan nama Didi.

 

Venture (endah@technologue.id)
Venture (endah@technologue.id)

Serangkaian proyektor dipamerkan oleh Epson untuk menghadirkan home theater yang canggih. Proyektor andalannya adalah EH-LS10000 dengan teknologi proyeksi laser reflektif 3LCD revolusioner yang mampu menghadirkan film 3D dengan high definition. Khusus di pameran ini, Epson membandrol produknya tersebut seharga Rp 159 juta. Paket tersebut sudah termasuk dua kacamata 3D dan bonus iPhone 7 32 GB. Produk Epson lainnya yang dibandrol dengan harga promo adalah Epson EH-TW5350 dan Epson EH-TW8200.

Menyesal tak sempat berkunjung ke IHEAC Show 2016 ini? Jangan khawatir, pantau saja IHEAC (Indonesian High End Audio Club) terus agar tak ketinggalan mengunjungi pameran tahun mendatang.

Stand di IHEAC Show (endah@technologue.id)
Stand di IHEAC Show (endah@technologue.id)

Baca juga:

Akhir Tahun, LG V20 Dipastikan Masuki Pasar Indonesia

Senheiser Perkenalkan Headphone Setara Audio Bioskop

JBL Rilis Jajaran Produk Headphone Sports dan Lifestyle