Baca Juga: Pemerintah Hadirkan Aplikasi 10 Rumah Aman, Efektif Gak Lawan Corona?
Dengan jaringan Bluetooth ini nantinya akan terjadi perukaran informasi antar penggunanya terkait potensi terinfeksi virus corona dalam radius dua meter. Aplikasi ini akan mengidentifikasi orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan PDP, PDP, dan pasien positif Corona. Jika di antara pengguna tersebut terdeteksi mempunyai riwayat kontak dengan orang yang berpotensi terinfeksi virus Corona, aplikasi ini akan memberikan peringatan kepada pengguna lainnya untuk berhati-hati dan tetap menjaga jarak. Meski begitu, aplikasi ini menjamin kerahasiaan data antar penggunanya. Walaupun cara kerjanya sama, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhonny G. Plate mengatakan sistem dan konfigurasi di antara kedua aplikasi tersebut berbeda. Konfigurasi aplikasi yang dikembangkan oleh Kominfo dan Kementerian BUMN ini disesuaikan dengan infrastruktur dan ekosistem telekomunikasi Indonesia.Baca Juga: Ajak Masyarakat Produktif, Kominfo Hadirkan Kompetisi Membuat Gim
"Sistem dan konfigurasinya jauh berbeda, jangkauan wilayah Indonesia dan jumlah penduduknya sangat besar. Jelas ini sangat berbeda," ujarnya. Menteri Jhonny juga menyangkal tudingan bahwa Indonesia membeli sistem dari Singapura. Johnny menegaskan aplikasi PeduliLindungi dibuat oleh developer dalam negeri, sementara aplikasi TraceTogether dikembangkan oleh Badan Teknologi Pemerintah Singapura (GovTech) dan Kementerian Kesehatan Singapura.