Siapa Aplikasi E-wallet Paling Populer di Indonesia?

Technologue.id, Jakarta – Layanan mobile payment semakin populer seiring meningkatnya pemakaian smartphone hingga 70 persen dalam lima tahun terakhir di Indonesia. Terlebih, semakin banyak pilihan aplikasi e-wallet tanpa kartu untuk bertransaksi.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, sudah ada 38 e-wallet yang mendapatkan lisensi resmi. Lantas, siapakah e-wallet paling popular di Indonesia?

Baca Juga:
Main Game Bisa Dapat Saldo Go-Pay, Begini Caranya

iPrice Group berkolaborasi dengan perusahaan analisis data terpercaya App Annie, berusaha merangkum olahan data yang lebih baik mengenai aplikasi e-wallet paling populer di Indonesia. Menggunakan data jumlah download aplikasi dan pengguna aktif bulanan, riset ini menghadirkan statistik yang lebih konkret untuk mengetahui siapa saja aplikasi e-wallet di Indonesia. Dari olahan itu, ada dua temuan utama dari aplikasi e-wallet paling popular di Indonesia, yaitu jumlah pengguna aktif bulanan dan jumlah unduhan.

Banyaknya pemain lokal di industri fintech Indonesia menjadikan aplikasi e-wallet lokal masih sebagai primadona untuk solusi cashless di Indonesia. Berdasarkan data Q2 2019 yang didapatkan dari App Annie 5 besar aplikasi e-wallet dengan pengguna aktif bulanan terbanyak masih diduduki oleh pemain lokal yaitu GoPay, OVO, DANA, LinkAja, dan Jenius.

E-wallet dengan pengguna aktif bulanan terbanyak di Indonesia

Sama halnya dengan jumlah download aplikasi, aplikasi e-wallet lokal berhasil menduduki peringkat 5 teratas dengan GoPay pada urutan pertama, OVO di posisi kedua, diikuti oleh DANA peringkat ketiga, LinkAja peringkat keempat dan iSaku urutan kelima.

E-wallet dengan jumlah download terbanyak di Indonesia

Baca Juga:
Selain Go-Pay, Gojek Terima Opsi Pembayaran Pakai LinkAja

Walaupun aplikasi Gojek tidak digolongkan dalam aplikasi finance di App Annie, menurut informasi dari Medium 30 persen dari total transaksi uang elektronik di Indonesia berasal dari GoPay. Februari 2019, GoPay berhasil menyentuh angka transaksi sebesar US$ 6.3 miliar dengan total 70 persen didapatkan dari transaksi Go-Jek menggunakan GoPay sebagai metode pembayaran.

GoPay juga merupakan metode pembayaran utama dari Go-Food, yang juga merupakan aplikasi pengantar makanan terbesar di Asia Tenggara.

Recent Articles

Jadwal Tayang Mulan Diundur ke Agustus

Technologue.id, Jakarta - Kegembiraan tentang pemutaran film baru menghilang dengan cepat, seiring dengan kasus COVID-19 yang kembali meningkat dan khawatir dengan risiko...

Lima Senjata yang Cocok untuk Bermain Rusher dan Agresif di Free Fire

Technologue.id, Jakarta - Senjata, karakter, dan gaya permainan akan menjadi faktor yang menentukan kemenangan di Free Fire. Khususnya senjata, bisa jadi penentu...

FCC Amerika Putuskan Huawei dan ZTE Ancaman Keamanan Nasional

Technologue.id, Jakarta - Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat secara resmi menyatakan bahwa Huawei dan ZTE adalah ancaman bagi keamanan nasional Amerika.

Microsoft Berhenti Pasang Iklan di Facebook, Zuckerberg Tambah Miskin?

Technologue.id, Jakarta - Raksasa teknologi Facebook mulai kehilangan sejumlah pengiklan besar akhir-akhir ini. Sekarang, giliran Microsoft yang mengumumkan penghentian iklannya hingga Agustus...

Ericsson Kantongi 95 Kontrak Komersial Jaringan 5G

Technologue.id, Jakarta - Ericsson saat ini telah memiliki 95 kontrak komersial pengembangan jaringan generasi terbaru 5G. Pencapaian ini terpampang dalam situs web...

Related Stories