Genzone.id – Platform hotel commerce terkemuka di dunia, SiteMinder, resmi mengumumkan perluasan kapabilitas dan kemitraan baru yang dirancang untuk membawa distribusi hotel memasuki era kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menjadi respons terhadap perubahan signifikan dalam cara wisatawan modern mencari dan memesan akomodasi.

Saat ini, SiteMinder telah menghubungkan lebih dari 53.000 hotel di 150 negara ke berbagai kanal distribusi. Dengan pengumuman terbaru ini, platform tersebut tidak hanya memperkuat jaringannya, tetapi juga membuka akses ke jalur pemesanan langsung berbasis AI dan saluran online travel agency (OTA) yang didukung teknologi serupa.

Fokus utama dari inisiatif ini adalah membantu hotel tetap terlihat, kompetitif, dan mudah dipesan di tengah meningkatnya peran AI dalam proses perencanaan perjalanan. SiteMinder juga mengumumkan DirectBooker sebagai mitra permintaan AI perdananya untuk mewujudkan visi tersebut.

Dua Pengembangan Platform Utama

SiteMinder mewujudkan perluasan ini melalui dua pengembangan platform utama. Pertama, Demand Plus, solusi penggerak permintaan yang sebelumnya terintegrasi dengan Google, Trivago, dan TripAdvisor, kini dikembangkan melampaui kanal metasearch konvensional.

Platform ini kini menjangkau ekosistem percakapan berbasis AI, termasuk platform seperti ChatGPT dan Claude. Melalui pengembangan ini, wisatawan dapat menemukan rekomendasi hotel yang lebih relevan, mengakses informasi harga secara real-time, hingga menyelesaikan pemesanan langsung melalui situs resmi hotel.

Kedua, melalui Channels Plus, solusi distribusi multi-channel SiteMinder kini membuka akses inventaris hotel ke saluran OTA dan perantara yang didukung AI. Seluruh pengalaman tamu, mulai dari pencarian hingga pemesanan yang dikonfirmasi, akan berlangsung di dalam platform mitra tersebut.

Melalui kedua jalur ini, SiteMinder memperluas jangkauan hotel di tengah lanskap pemesanan yang terus berkembang. Perusahaan mengubah permintaan yang didorong oleh AI menjadi peluang pemesanan langsung maupun tidak langsung bagi para mitra hotelnya.

Momen Penting bagi Industri Perhotelan

Pengumuman ini hadir pada waktu yang sangat krusial. Changing Traveller Report 2026 dari SiteMinder, yang merupakan survei konsumen akomodasi terbesar di dunia, menemukan bahwa delapan dari sepuluh wisatawan kini menginginkan bantuan AI selama proses pemesanan mereka.

Pergeseran perilaku ini secara fundamental mengubah cara hotel berinteraksi dengan tamu. Perluasan platform terbaru SiteMinder dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dan ekspektasi baru tersebut.

Sankar Narayan, CEO dan Managing Director SiteMinder, menegaskan bahwa menyesuaikan diri dengan perubahan cara wisatawan mencari hotel adalah tujuan utama pendirian perusahaannya. "Seiring dengan semakin pesatnya penemuan hotel yang didorong oleh AI, kami memperluas Demand Plus dan Channels Plus untuk memberikan properti di platform kami cara baru agar dapat ditemukan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bagi para pelaku industri perhotelan, hal ini berarti hadir dan dapat dipesan di setiap titik penemuan baru. Keunggulan tersebut, menurutnya, akan terus berkembang seiring waktu.

Dukungan Mitra dan Standar Teknis

Sanjay Vakil, CEO dan Co-Founder DirectBooker, menyambut baik kemitraan ini. Menurutnya, AI membuka pintu baru bagi pencarian hotel dan setiap hotel berhak ditemukan melalui jalur ini.

"Kemitraan SiteMinder mendukung tujuan DirectBooker untuk memastikan hotel menjadi pihak yang paling diuntungkan dari pergeseran ini," kata Vakil. Hal ini dilakukan dengan mengakomodasi kebutuhan generasi baru dan tetap menjaga hubungan dengan tamu lama.

Norman Arundel, Director of Hotels and Resorts di EVT, juga memberikan apresiasi. Ia menekankan pentingnya hotel untuk dapat ditemukan di lingkungan AI dengan menampilkan informasi yang tepat pada waktu yang tepat.

Kedua perluasan produk ini didukung oleh Model Context Protocol (MCP), sebuah standar teknis yang memungkinkan platform AI mengakses data hotel secara langsung dan real-time. Dengan demikian, informasi yang ditampilkan tidak lagi bersifat statis atau usang.

Dengan skala operasi yang mencakup 53.000 hotel, 2,5 juta kamar, dan lebih dari 300 juta malam kamar yang diproses setiap tahunnya, SiteMinder telah membangun infrastruktur perdagangan hotel yang solid. Infrastruktur inilah yang memungkinkan hotel-hotel untuk turut serta dalam era distribusi perjalanan berbasis AI.

Langkah SiteMinder ini sejalan dengan tren adopsi teknologi di sektor lain, seperti yang terlihat pada Uber yang mendekati akuisisi Blacklane untuk memperkuat posisinya di pasar premium. Inovasi di bidang perhotelan juga didukung oleh kemajuan infrastruktur, termasuk pembahasan enterprise dan edge computing yang menjadi fondasi teknologi masa depan.