Skor Benchmark Pengaruhi UX Smartphone? Ini Faktanya

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Aplikasi benchmark acapkali menjadi patokan untuk menentukan gahar tidaknya performa sebuah ponsel. Namun belakangan banyak yang salah kaprah menjadikannya sebagai tolak ukur user experience atau pengalaman pengguna.

Kekeliruan ini diamati oleh Senior Manager, Business Development Qualcomm Indonesia, Dominikus Susanto. Dalam diskusi yang digelar secara virtual pada Senin (8/3/2021), ia meluruskan bahwa user experience tidak bisa diukur lewat aplikasi benchmark.

Baca Juga:

Google Kekeh Blokir AnTuTu, Kenapa?


Menurutnya, aplikasi benchmark seperti AnTuTu, Geekbench dan sebagainya hanya bisa mengukur sebagian dari keseluruhan perangkat ponsel. Baik buruk user experience sendiri ditentukan oleh banyak faktor lainnya.

“Sebagai contoh, jaringan internet. Ada ponsel yang sinyalnya hanya dua bar saja koneksinya lancar. Ada juga yang sinyalnya penuh tapi internetnya gak stabil, itu kan ga bisa diukur lewat benchmark,” katanya.

Baca Juga:

10 Ponsel Terkencang Versi Antutu, Periode Januari 2021


Dominikus menyimpulkan bahwa skor benchmark yang tinggi tidak menentukan user experience menggunakan ponsel juga menjadi baik. Ia mengatakan jangan sampai aplikasi benchmark menjadi patokan satu-satunya untuk user experience.

“Karena itu hanya bisa mengukur sebagian saja. Jadi gak bisa kita bilang skor benchmark paling tinggi berarti ini ponsel terbaik. Jangan sampai aplikasi benchmark menjadi patokan satu-satunya untuk user experience, lihat juga faktor lainnya,” pungkasnya.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories