Technologue.id, Jakarta — Snap Inc. resmi meluncurkan format iklan baru di Snapchat yang disebut AI Sponsored Snaps. Fitur ini memungkinkan merek menghadirkan agen AI sebagai juru bicara virtual yang bisa diajak mengobrol langsung oleh pengguna.
Berbeda dari iklan tradisional, AI Sponsored Snaps muncul di tab Obrolan dengan label "Iklan" berwarna abu-abu di samping nama merek. Ketika dibuka, pengguna dapat berinteraksi langsung dengan agen AI tersebut mulai dari mengajukan pertanyaan, meminta saran, hingga mengeksplorasi produk atau layanan yang ditawarkan.
Sebagai contoh awal, Snap menggandeng Experian sebagai mitra pertama. Dalam demonstrasinya, chatbot dari Experian mampu menjawab pertanyaan seputar pengelolaan keuangan, peningkatan skor kredit, hingga menawarkan opsi pinjaman dan kartu kredit kepada pengguna.
Meski terdengar inovatif, pendekatan ini memunculkan pertanyaan tentang netralitas informasi. Agen AI yang mewakili brand kemungkinan besar akan mengarahkan percakapan ke tindakan yang menguntungkan sponsor, mulai dari pendaftaran layanan hingga pembelian produk.
Hal ini memicu perbandingan dengan chatbot serbaguna seperti Gemini atau Claude, yang dinilai lebih netral dalam memberikan informasi. Namun, daya tarik integrasi langsung di dalam aplikasi sosial tampaknya menjadi alasan utama Snap tetap optimistis pengguna akan memanfaatkan fitur ini.
Chief Business Officer Snap, Ajit Mohan, menyebut bahwa percakapan kini menjadi strategi potensial dalam dunia periklanan. Menurutnya, AI mempercepat transformasi tersebut dengan menjadikan chatroom sebagai tempat pengguna menemukan produk, bertanya, dan mengambil keputusan secara real-time.
Fitur ini dibangun di atas fondasi My AI, chatbot internal Snapchat yang telah digunakan oleh lebih dari 500 juta orang sejak diluncurkan sekitar tiga tahun lalu. Meski demikian, perjalanan My AI tidak selalu mulus.
Pada fase awal peluncurannya, chatbot tersebut sempat menuai kritik setelah dilaporkan memberikan respons tidak pantas, termasuk saran terkait cara menyamarkan bau alkohol atau menciptakan suasana untuk aktivitas seksual kepada pengguna yang menyamar sebagai remaja.