Technologue.id, Jakarta – Setelah menaikkan harga hampir seluruh lini produknya sehari sebelumnya, Apple kini menawarkan alternatif yang lebih terjangkau bagi konsumen dengan mulai menjual MacBook Neo rekondisi resmi melalui toko barang bekas bersertifikat miliknya.
Langkah ini memungkinkan calon pembeli mendapatkan MacBook Neo dengan harga yang kembali ke level sebelum kenaikan harga yang baru saja diberlakukan Apple.
Model MacBook Neo rekondisi dengan penyimpanan 256GB dan tanpa fitur Touch ID kini dijual seharga US$599 atau lebih dari Rp10 jutaan di Amerika Serikat.
Harga tersebut menarik perhatian karena sama dengan harga MacBook Neo baru sebelum Apple menaikkan harga perangkat tersebut sebesar US$100. Setelah penyesuaian harga terbaru, model baru dengan konfigurasi yang sama kini dibanderol lebih mahal.
Sementara itu, varian rekondisi dengan penyimpanan 512GB dan dukungan Touch ID ditawarkan seharga US$679. Angka tersebut bahkan lebih rendah sekitar US$20 dibandingkan harga versi baru sebelum kenaikan harga berlaku. Saat ini, model baru dengan spesifikasi tersebut dijual seharga US$799.
Kehadiran unit rekondisi memberikan pilihan bagi konsumen yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus membayar harga penuh produk baru.
Meskipun berstatus rekondisi, perangkat yang dijual melalui program resmi Apple memiliki sejumlah jaminan kualitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman serupa dengan produk baru.
Apple menyatakan setiap perangkat yang masuk ke program rekondisi menjalani serangkaian pengujian menyeluruh untuk memastikan seluruh fungsi berjalan normal. Komponen yang ditemukan bermasalah akan diganti sebelum produk dijual kembali.
Selain itu, perusahaan juga melakukan proses pembersihan, inspeksi, dan pengemasan ulang sebelum perangkat dikirim ke pelanggan.