Technologue.id, Jakarta – Raksasa teknologi asal Jepang, Sony, mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar terhadap sensor kamera ponsel. Selama dua tahun berturut-turut, Sony mengoperasikan pabriknya di musim libur untuk tetap bisa memenuhi permintaan pasar.

Dilansir dari Bloomberg (27/12/2019), Terushi Shimizu, Head of Sony’s Semiconductor Unit, mengatakan telah menggelontarkan dana dua kali lipat untuk produksi sensor kamera ponsel dan juga telah membangun pabrik baru di Nagasaki yang mulai beroperasi pada April 2021.

Baca Juga:
Sony Rilis Dua Kamera Mirrorless APS-C Terbaru

“Kami meminta maaf kepada pelanggan karena kami tidak bisa memenuhi pesanan sensor kamera ponsel. Bahkan setelah adanya peningkatan investasi, kapasitas produksi, dan lainnya, itu masih belum cukup untuk memenuhi permintaan terhadap sensor kamera Sony,” ujar Shimizu.

Semikonduktor sekarang menjadi bisnis paling menguntungkan Sony setelah PlayStation. Sony sendiri pada Oktober menaikkan prospek pendapatan operasionalnya untuk unit chip sebanyak 38% yang berakhir Maret 2020, setelah laba kuartal kedua melonjak hampir 60%.

Baca Juga:
Sony Mau Bikin Pesaing Galaxy Fold?

Vendor elektronik itu memperkirakan pendapatan dari divisi semikonduktornya akan naik 18% menjadi 1,04 triliun yen, di mana sensor kamera menyumbang pendapatan 86%.

Pada bulan Mei lalu, Sony mengklaim telah mengendalikan 51% pasar sensor kamera dan menargetkan 60% pangsa pasar pada tahun 2025 mendatang. Dan saat ini, Sony sedang mengembangkan sensor generasi baru yang dapat melihat dalam tiga dimensi. Ini memungkinkan kamera ponsel menghasilkan foto yang lebih realistis dengan latar belakang blur.