Jakarta — Sony akhirnya buka suara terkait kontroversi penghentian produksi Disc PlayStation. Lewat laporan keuangan terbarunya, perusahaan asal Jepang itu memastikan rencana mengakhiri produksi game fisik tetap berjalan sesuai jadwal.

Keputusan untuk menghentikan produksi game fisik PlayStation pertama kali diumumkan Sony pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut menuai gelombang protes dari komunitas gamer di seluruh dunia.

Setelah kebijakan diterapkan, game baru untuk konsol PlayStation akan dipasarkan melalui jalur digital. Distribusi dilakukan lewat PlayStation Store maupun sejumlah peritel yang berpartisipasi dalam program tersebut.

Penolakan dari sebagian pemain tidak hanya menyangkut keberadaan game fisik. Kekhawatiran lebih luas mencakup kepemilikan, penjualan game bekas, preservasi judul lama, hingga potensi perubahan harga di ekosistem digital.

Sony Akhirnya Buka Suara Terkait Keputusan Hentikan Produksi Disc PlayStaion

Dalam laporan keuangan tahun fiskal 2026 pada 31 Juli, CFO Sony Lin Tao memberikan penjelasan resmi. Tao menyatakan perusahaan telah mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menetapkan arah distribusi digital untuk PlayStation.

Perkembangan digitalisasi konten hiburan menjadi pertimbangan utama Sony. Perubahan ini dinilai sebagai bagian dari tren industri yang lebih luas, tidak hanya terjadi pada PlayStation.

Sony disebut telah melakukan pembahasan panjang mengenai masa depan platformnya. Perusahaan memutuskan melanjutkan transisi tersebut secara hati-hati dan terkontrol.

Pernyataan ini sempat memicu spekulasi bahwa Sony mungkin mengevaluasi ulang kebijakannya. Namun hingga kini, tidak ada indikasi perusahaan membatalkan rencana penghentian produksi Disc.

Sony mengakui memahami alasan sebagian pemain keberatan dengan hilangnya game fisik. Tao menyebut perusahaan menerima beragam pandangan dari komunitas PlayStation selama beberapa pekan terakhir.

Game fisik memiliki nilai sentimental bagi sebagian pemain karena berkaitan dengan kenangan dan koleksi pribadi. Sony berencana mencari cara agar hubungan dengan pemain tetap terjaga melalui ekosistem digital masa depan.

Namun, perusahaan belum memberikan jawaban konkret terhadap sejumlah persoalan utama komunitas. Salah satu pertanyaan yang belum terjawab adalah mekanisme pemindahan atau pemberian game digital kepada pemain lain.

Pertanyaan lain menyangkut akses terhadap game yang suatu saat mungkin dihapus dari PlayStation Store. Hal ini menjadi kekhawatiran serius bagi kolektor dan pengguna setia platform tersebut.

Data penjualan menunjukkan alasan kuat bagi Sony mempercepat peralihan digital. Pada kuartal yang berakhir 30 Juni 2026, sekitar 82 persen penjualan unit game penuh PS4 dan PS5 berasal dari unduhan digital.

Pendapatan software fisik hanya mencapai sekitar USD 128 juta. Sebagai perbandingan, pendapatan software digital tercatat USD 1,2 miliar pada periode yang sama.

Sony juga membukukan USD 1,83 miliar dari konten tambahan atau add-on content. Layanan PlayStation Network, termasuk PlayStation Plus dan iklan, menyumbang sekitar USD 1,3 miliar.

Perbedaan tersebut menunjukkan bisnis digital memberikan kontribusi jauh lebih besar. Kondisi ini menjadi faktor penting yang menjelaskan arah strategi Sony untuk beberapa tahun mendatang.

Peralihan ini berpotensi mengubah kebiasaan konsumen PlayStation secara signifikan. Pemain yang mengandalkan koleksi fisik harus beradaptasi dengan sistem distribusi digital yang bergantung pada ekosistem platform.

Dengan tenggat Januari 2028 yang masih dipertahankan, komunitas PlayStation menunggu penjelasan lebih rinci. Mekanisme kepemilikan, akses, serta preservasi game menjadi isu yang belum tuntas dijawab.

Untuk saat ini, Sony tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur. Bagi penggemar game fisik, Januari 2028 berpotensi menjadi titik penting yang menandai berakhirnya sebuah era di PlayStation.

Keputusan ini juga berdampak pada ekosistem game secara lebih luas. Beberapa game PlayStation seru yang sebelumnya tersedia dalam bentuk fisik kini hanya bisa diakses digital.

Sementara itu, isu keamanan akun digital menjadi perhatian tambahan. Kasus seperti akun yang dibajak bisa semakin relevan ketika seluruh transaksi bergantung pada ekosistem online.

Bagi pemain yang ingin memahami opsi berbagi game di era digital, panduan cara download game bisa menjadi referensi tambahan. Transisi ini memang menuntut adaptasi dari seluruh pengguna PlayStation.