Technologue.id, Jakarta - SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, resmi mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan xAI yang juga berada di bawah kendali Musk. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh kedua perusahaan, menandai langkah terbaru Musk dalam mengonsolidasikan berbagai bisnis teknologinya.
Dalam pernyataan resminya, Musk menyebut penggabungan ini akan membentuk mesin inovasi terintegrasi vertikal paling ambisius di Bumi dan di luar Bumi. Ia menggambarkan ekosistem gabungan tersebut sebagai perpaduan antara AI, teknologi roket, internet berbasis ruang angkasa, komunikasi langsung ke perangkat seluler, serta platform informasi dan kebebasan berbicara real-time.
Meski xAI selama ini lebih dikenal sebagai perusahaan pengembang chatbot, akuisisi ini dinilai selaras dengan ambisi jangka panjang SpaceX. Musk mengungkapkan bahwa SpaceX memegang peran kunci dalam rencananya membangun data center AI di luar angkasa.
Menurut Musk, lonjakan kebutuhan daya untuk pengembangan AI secara global tidak lagi dapat dipenuhi oleh solusi berbasis darat. “Permintaan listrik global untuk AI tidak dapat dipenuhi dengan solusi terestrial,” tulisnya. Ia menilai pemindahan operasi komputasi yang sangat intensif sumber daya ke luar angkasa sebagai satu-satunya solusi logis.
Beberapa hari sebelum pengumuman akuisisi ini, SpaceX diketahui telah mengajukan permohonan kepada Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat untuk membangun data center orbital melalui peluncuran hingga satu juta satelit baru. Proyek tersebut disebut-sebut akan menjadi fondasi bagi infrastruktur AI berbasis ruang angkasa.
Musk juga mengklaim bahwa data center di luar angkasa nantinya dapat membuka jalan bagi lompatan besar dalam eksplorasi antariksa. Ia menyatakan bahwa kemampuan yang dihasilkan dari proyek ini akan mendanai dan memungkinkan pangkalan yang berkembang sendiri di Bulan, peradaban penuh di Mars, dan pada akhirnya ekspansi ke Alam Semesta.
Namun, klaim ambisius Musk ini bukanlah hal baru. Pada 2017, ia sempat memprediksi SpaceX akan mengirim misi berawak ke Mars pada 2024. Namun rencana tersebut hingga kini belum terealisasi.
Akuisisi xAI oleh SpaceX juga melanjutkan tren konsolidasi internal di kerajaan bisnis Musk. Tahun lalu, ia menggabungkan xAI dengan X (sebelumnya Twitter). Selain itu, Musk baru-baru ini mengumumkan bahwa Tesla telah menginvestasikan dana sebesar US$2 miliar ke xAI.
Di sisi lain, SpaceX dikabarkan tengah mempersiapkan penawaran umum perdana saham (IPO) pada akhir tahun ini. Menurut laporan Bloomberg, IPO tersebut berpotensi menilai SpaceX lebih dari US$1 triliun. Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa SpaceX sempat membahas kemungkinan penggabungan dengan Tesla, meski belum ada konfirmasi resmi terkait rencana tersebut.