Technologue.id, Jakarta – Persaingan antara brand smartphone lokal semakin ketat. Sejumlah produsen smartphone tanah air berlomba-lomba menghadirkan produk terbaik. Adapun brand lokal tersebut meliputi Advan, Evercoss, Polytron, Axioo, SPC dan lainnya. Demikian pula dengan SPC mobile di bawah naungan PT. Supertone siap bersaing di pasar smartphone lokal.

Hari ini secara resmi SPC menghadirkan ponsel entry level terbarunya yakni SPC L53. SPC L53 mengusung beragam fitur menarik, salah satunya dual selfie camera dengan harga yang terjangkau yakni Rp 899 ribu. Ponsel low end terbaru ini merupakan strategi SPC dalam meramaikan industri smartphone di tanah air.

Baca juga:

SPC L53, Ponsel Murah Berkamera Selfie Ganda Resmi Meluncur

- Advertisement -

“Dengan produk berkualitas dan harga terjangkau yang kami tawarkan seperti SPC L53, kami siap berkompetisi dengan produk lokal lainnya bahkan produk global yang merajai pasar smartphone di indonesia. Melalui produk baru ini, kami yakin mampu menjawab kebutuhan pasar Indonesia yang menyukai selfie dan smartphone dengan harga terjangkau,” ujar Raymond Tedjo Kusumo, COO SPC Mobile Indonesia saat dijumpai Technologue.id pada acara peluncuran SPC L53 di bilangan Menteng, Jakarta, Selasa (20/02/2018).

Baca juga:

Flagship dengan Snapdragon 835 Termurah, Ini Harga Nokia 8 di Indonesia

Raymond menambahkan,”Berbeda dengan vendor global yang mendesain perangkat untuk seluruh dunia, kami selaku vendor lokal dapat melakukan kustomisasi pada perangkat yang dipasarkan sesuai dengan kultur Indonesia”.

“Saat ini kita memang fokus merambah smartphone kelas menengah. Karena smartphone entry level banyak diminati masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Baca juga:

Asus Rilis Tiga ZenPower Generasi Terbaru, Apa Perbedaannya?

Raymond mengungkapkan bahwa SPC tengah mempersiapkan 10 tipe smartphone di tahun 2018 ini. Sayangnya, Raymond tidak menjelaskan spesifikasi detail dan waktu peluncuran 10 smartphone baru tersebut. Tim SPC juga tengah mengembangkan konten dan aplikasi yang disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia pada generasi smartphone terbarunya.

“Selain konten lokal, layanan purna jual dan service center akan terus kita tingkatkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia,” tutup Raymond.