Technologue.id, Jakarta – Platform peer-to-peer (P2P) lending, KoinWorks, mengumumkan perolehan pendanaan seri B senilai S$16.5 juta (sekitar Rp 170 miliar) yang dipimpin oleh EV Growth dan Quona Capital bersama dengan investor lainnya.

Baca Juga:
P2P Lending Menjamur, Jurang Gap Investasi Masih Besar

Pendanaan yang didapatkan kali ini akan digunakan untuk memperkuat team dan kemitraan KoinWorks, serta pengembangan sistem dan teknologi untuk menyediakan layanan finansial di seluruh Indonesia melalui satu platform finansial.

“Dalam waktu yang cukup singkat, KoinWorks telah menjadi platform finasial dengan basis investor retail terbesar di Indonesia dengan lebih dari 300.000 pengguna. Sebenarnya jumlah investor di seri B kali lebih banyak peminatnya dari yang kami perkirakan. Namun, kami harus memilih investor yang memiliki visi misi yang sama guna perkembangan KoinWorks kedepannya,” kata Willy Arifin, Co-Founder dan Executive Chairman KoinWorks.

KoinWorks didirikan pada tahun 2016 oleh Benedicto Haryono dan Willy Arifin untuk mempertemukan peminjam dan pendana secara daring melalui satu platform dengan menyediakan akses layanan keuangan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memiliki keterbatasan akses perbankan (unbanked atau underbanked).

Produk yang ditawarkan antara lain, pinjaman untuk pengembangan usaha melalui KoinBisnis dan pendidikan melalui KoinPintar.

Baca Juga:
Bukalapak Sediakan Fasilitas Pinjaman Online Tanpa Agunan

Benedicto Haryono, Co-founder dan CEO KoinWorks menambahkan, “Selama tiga tahun terakhir, kami telah menyalurkan pinjaman produktif kepada ratusan ribu UKM di Indonesia. Pertumbuhan yang sangat signifikan ini juga didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki investasi sejak dini.”

Hingga saat ini lebih dari 60 persen pendana di platform KoinWorks merupakan generasi milenial, dan 70 persen diantaranya mengatakan bahwa KoinWorks adalah instrumen investasi pertama mereka.

Sebelumnya, KoinWorks telah menerima pendanaan Seri A di tahun 2018 dari Mandiri Capital Indonesia, Convergence Ventures, Gunung Sewu, Beeblebrox dan Quona Capital.