Technologue.id, Jakarta – Sudah berdiri sejak pertengahan 2015 dan melayani 10 ribu pelanggan serta menyediakan lebih dari 80 ribu porsi makanan, langkah BlackGarlic harus terhenti bulan ini. Sebentar lagi, tak akan ada lagi layanan pengiriman bahan masakan yang terjamin segar dan sehat yang menyasar masyarakat urban itu.

“Dengan sangat berat hati, saya ingin menginformasikan pemberhentian layanan kotak masak berlangganan BlackGarlic dengan pengantaran terakhir pada hari Sabtu, 15 Juli 2017,” tulis Michael Saputra, CEO and Co-Founder BlackGarlic. Walau begitu, mereka tetap akan melayani semua customer sampai 19 Juli 2017.

Kendati demikian, ketersediaan dan penjualan produk BlackGarlic Express yang terdiri dari Rendang siap saji dan bumbu masak tetap normal. Produk tersebut diambil alih oleh team William Wongso Kuliner sebagai penciptanya.

Dalam pernyataan resmi itu (13/07/17), BlackGarlic turut berterima kasih sembari meminta maaf kepada seluruh pelanggan, anggota tim, dan para investor. Sejauh ini, startup yang didukung langsung oleh chef kenamaan William Wongso sebagai Executive Consultant-nya itu telah mendapat dukungan dari Skystar Capital, Convergence Ventures, dan angle investors.

Sayangnya, tak turut diungkap secara gamblang penyebab dari tutupnya BlackGarlic ini. Akan tetapi, ada kans bisnis online khusus bahan makanan itu kesulitan bersaing dengan layanan delivery makanan semacam Go-Food.

“Di sisi lain kegagalan ini telah memberikan saya lebih banyak pelajaran penting dibandingkan pengalaman sukses saya sebelumnya. So, never give up, give it your all. No matter the outcome, all the experiences will only make you stronger both professionally and personally,” pesan Michael.

 

Baca juga:

Vendor Wearable Gadget, Jawbone, Gulung Tikar

Di Silicon Valley, Startup Tidaklah Monoton

Bikin Startup Ala Silicon Valley, Bagaimana Caranya?