Technologue.id, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menyongsong era Revolusi Industri 4.0 melalui pelbagai kementeriannya. Wajar, memang inilah yang diinginkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, dalam agenda nasional “Making Indonesia 4.0”-nya.

Mengingat Revolusi Industri 4.0 akan banyak mengandalkan Internet-of-Things (IoT), beragam industri di Tanah Air, terutama perusahaan manufaktur mulai tertarik untuk mengimplementasikannya. Peluang ini coba dimanfaatkan oleh startup asal Singapura, Auk Industries.

Baca juga:

AWS Ajak Startup Lokal Adopsi Platformnya, Adakah Untungnya?

Kepada redaksi (14/10/2018), Samuel Tan, CEO Auk Industries, memandang bahwa sektor perindustrian Indonesia bakal mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cepat di era IoT ini.

“Kami memahami jelas tantangan-tantangan pada masa transisi menuju Industri 4.0 dan oleh karena itu kami membangun solusi low-barrier yang sudah terbukti oleh klien-klien kami di Singapura dan Malaysia yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional pabriknya,” katanya.

Baca juga:

Kini, Indosat Punya BINI

Fokus perusahaan yang baru masuk ke Indonesia awal tahun 2018 tersebut adalah mempercepat serta mempermudah digitalisasi operasional perusahaan manufaktur lewat teknologi yang mass-customizable dan mass-scalable. Solusi yang mereka tawarkan untuk perusahaan manufaktur macam makanan, semikonduktor, hingga bahan kimia itu salah satunya adalah software algoritme yang dapat menayangkan sekaligus menganalisis aktivitas mesin secara real-time.

Baca juga:

Kemenperin Bangun Ekosistem Digital Songsong Industri 4.0

Output-nya, adalah insight mendalam yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas pabrik. Platform analisis ini juga dapat dipantau melalui smartphone, sehingga memudahkan pengawasan yang tak terbatas waktu dan tempat. Produk ini sendiri sempat ditampilkan di event Innofest 2018 yang diadakan Kementerian Perindustrian Juli lalu.