Technologue.id, Jakarta – Jumlah pemain di pasar smartphone masih terus bertambah. Huawei jadi pemain global yang belum lama ini memasuki kompetisi di pasar smartphone Indonesia mengklaim telah memiliki langkah strategis dalam menjalankan bisnisnya.

Diakui Colin Gilles, EVP Consumer Business Group Huawei bahwa perusahaannya sekarang ini berfokus membangun produk yang berkualitas melalui riset dan pengembangan daripada sekedar membangun brand untuk mendompleng popularitas.

“Ada zamannya orang merasa terlihat keren dengan ponsel bermerek Motorola, BlackBerry, dan sejenisnya. Namun setiap merek ada masanya, dan hal itu akan terus berganti dan Huawei akan punya masa sendiri nantinya,” ujar Collin sewaktu ditemui Technologue.id di kantor pusat¬†Huawei di Shenzhen, China.

Lebih lanjut, Collin menyatakan pembangunan brand yang baik memerlukan waktu yang tidak sebentar dan melalui banyak tahapan. Produk yang bagus dan berbagai kegiatan marketing yang menarik supaya bisa menarik perhatian pasar.

Colin Gilles, EVP Consumer Business Group Huawei (Denny Mahardy/Technologue.id)
Colin Gilles, EVP Consumer Business Group Huawei (Denny Mahardy/Technologue.id)

Sekarang ini, Huawei diakui Collin sedang berupaya melahirkan produk dengan rentang pasar yang luas. Hal itu dilakukan Huawei karena sebelumnya perusahaan asal Tiongkok ini sudah kadung dikenal sebagai produsen ponsel kelas menengah ke bawah.

“Kami tak ingin terus-terusan dikenal sebagai produsen ponsel low end asal China. Kami harus mempunyai produk dengan rentang yang lebih besar, dari low end sampai high end supaya bisa menjangkau semua kalangan,” imbuh Collin.

Fokus pengembangan produk lewat riset dan pengembangan diklaim telah dilakoni Huawei sejak lama. Perusahaan ini bahkan mengalokasikan dana yang tak sedikit setiap tahunnya.

Dalam 10 tahun terakhir Huawei sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 481 triliun untuk riset di semua produk besutannya. Bahkan, Huawei disebutkan sudah mengalahkan Apple soal alokasi dana riset dengan Rp 123 triliun per tahun sedangkan Apple hanya Rp 108 triliun saja.

 

Baca juga : 

AKHIRNYA, HUAWEI KALAHKAN APPLE

BESOK, HUAWEI PAMERKAN PONSEL RAKSASANYA

TAK HANYA SMARTPHONE, HUAWEI KEMBANGKAN JUGA SMART TABLE