Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Strategi PANDI Kerek Jumlah Pengguna Domain di Indonesia
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Pertumbuhan pendaftaran nama domain di Indonesia terus memperlihatkan angka pertumbuhan positif. Melihat tren tersebut, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan fokus mengembangkan infrastruktur dan memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM).

Di bidang infrastruktur, PANDI melakukan penambahan Node dan pengembangan DNS Nasional bersama APJII di beberapa lokasi. Diantaranya di Jakarta, Bandar Lampung, Balikpapan, Bandung, dan Semarang.

Baca Juga:
Jadi Jawara di ASEAN, Penggunaan Domain .id Lampaui Target PANDI

Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo mengatakan bahwa pengembangan Domain Name System (DNS) Nasional dan pemasangan perangkat server Node DNS di berbagai kota di Indonesia ditujukan untuk meningkatkan kehandalan SRM dalam menampung jumlah nama domain dan menjaga ketersediaan sistem.

"Dengan penambahan Node memberikan manfaat bagi pengguna layanan Internet Service Provider atau ISP di lokasi-lokasi tersebut. Mereka akan lebih cepat mengakses domain .id," ujar Yudho saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Bukan itu saja, perusahaan nirlaba itu juga akan melakukan peningkatan skalabilitas sistem, memperkuat ketahanan registri, serta meningkatkan kualitas layanan registri sesuai Standar Nasional dan Internasional.

Mulai tahun 2020 PANDI sudah menggunakan sistem registri mandiri di mana semua sistem yang dijalankan adalah asli buatan lndonesia.

Hingga akhir Desember 2022 sendiri, jumlah nama domain .id teregistrasi mencapai total 726.294 pada tahun 2022, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 702.374.

Ada peningkatan sebesar 30 persen jika merujuk pada data sepanjang 2021 dengan capaian angka 554.330 pengguna.

Baca Juga:
Harga Domain .id Bakal Naik per 1 April 2022

Adapun target yang ditetapkan oleh PANDI di tahun 2023 ini adalah 1 juta nama domain .id yang terdaftar. Untuk mencapai target tersebut, PANDI telah melakukan kerja sama dengan berbagai mitra strategis dalam meningkatkan brand awareness nama domain .id, seperti di bidang olah raga, budaya, hingga pendidikan.

"Kami mengenalkan domain .id tidak hanya di komunitas TI (Teknologi Informasi) saja. Tapi juga ke komunitas pelaku seni budaya, komunitas perempuan, pendidikan, hingga olahraga. Dengan mengenalkan branding tersebut, diharap mereka akan membuat personal website dengan domain my.id salah satunya," ungkap Yudho.

Selain itu adapula kerja sama antara Pandi dengan pihak Keraton Yogyakarta dengan berkomitmen dalam melestarikan budaya aksara daerah dan peningkatan literasi digital.

SHARE:

Microsoft Tunda Peluncuran Fitur Recall AI yang Kontroversial

Harga Rp2 Jutaan, Perbandingan Spek ZTE Nubia Neo 2 5G vs Tecno Pova 6