Technologue.id, Jakarta – Hujan yang mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi di Jabotabek pada Selasa kemarin (25/2) ikut mempengaruhi kondisi jaringan internet. Salah satu penyedia layanan internet rumahan yang terdampak banjir Jabotabek lalu adalah First Media.

Kondisi banjir tersebut berpotensi menyebabkan gangguan listrik dan komunikasi, yang bisa menyebabkan terganggunya layanan TV maupun internet First Media di area pelanggan. Hal ini diakui Marlo Budiman, Direktur & CEO Link Net, usai mengisi acara press conference First Festival 2020, di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Baca Juga:
Jakarta Hujan, Anies Banjir Hujatan Warganet

“Iya memang ada gangguan layanan tersebut (saat banjir), tapi saat ini sudah kami mitigasi dan perbaiki. Karena memang yang namanya layanan pasti ada pemadaman listrik. Nah pemadaman listrik itu tidak juga kena First Media saja tetapi juga provider lain,” ungkap Marlo.

“Jika listrik nyala, maka First Media nyala juga,” timpalnya.

Salah satu daerah yang mengalami gangguan layanan, kata Marlo, berada di kawasan Pulomas. Kendati demikian, tim teknis First Media langsung bergerak cepat dengan turun ke lapangan untuk mengatasi gangguan ini.

Perbaikan gangguan jaringan maupun perangkat First Media di area yang tidak terkena dampak banjir akan tetap dilakukan seperti biasa (normal), namun ada kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama jika area tersebut dalam kondisi terdapat pemadaman listrik oleh PLN atau tidak dapat diakses akibat banjir.

“Kami punya komitmen, memperbaiki dalam waktu 1×24 jam. Kita kirimkan tim teknis untuk memperbaiki, misalnya kabel terendam air, tentunya kita lakukan perbaikan-perbaikan maintenance terhadap kabel tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:
Tagar Banjir Kembali Bertengger di Trending Topic Twitter

Sedangkan untuk kondisi terakhir First Media saat ini, Marlo Budiman mengklaim bahwa layanan internet sudah kembali beroperasi normal lagi.

“So far, semua sudah kami perbaiki,” ucapnya.

Disinggung soal laporan pengaduan, pihak First Media enggan membeberkan jumlah pengaduan gangguan layanan internet yang masuk. Marlo hanya menjawab, jumlahnya tidak banyak.