Jakarta, Technologue.id — Atlet teqball Indonesia, Sumaya, memastikan tiket final nomor tunggal putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ia menundukkan wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, melalui pertandingan tiga set dengan skor 7-12, 12-9, dan 12-7.

Pertandingan semifinal tersebut berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, Nagoya, Jepang, Sabtu. Kemenangan ini memastikan Indonesia meraih setidaknya medali perak dari nomor tunggal putri teqball. Sekaligus membuka peluang bagi Sumaya untuk mempersembahkan medali emas.

Menghadapi Quimcy, Sumaya harus mengawali pertandingan dengan bekerja keras. Wakil India langsung mengambil kendali permainan dan unggul 5-1. Sumaya berusaha memperkecil ketertinggalan, tetapi Quimcy mampu mempertahankan keunggulan hingga menutup gim pertama dengan skor 12-7.

Pada gim kedua, Sumaya tampil lebih tenang dan mampu mengambil keunggulan 2-0. India kemudian menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sebelum pertandingan berlangsung ketat. Kedua pemain saling mengejar angka hingga kedudukan 8-8, lalu Sumaya kembali memimpin 9-8.

Meski sempat disamakan menjadi 9-9, atlet Indonesia tersebut mampu merebut tiga poin berikutnya. Sumaya pun memenangkan gim kedua dengan skor 12-9. Hasil ini memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Memasuki gim ketiga, Quimcy kembali memulai pertandingan dengan baik dan unggul 3-0. Sumaya kemudian perlahan memangkas jarak melalui permainan menyerang dan servis kuat. India sempat memimpin 7-3 hingga waktu time out.

Setelah pertandingan dilanjutkan, Sumaya menemukan momentum dan mampu mencetak empat angka beruntun. Ia menyamakan kedudukan menjadi 7-7, lalu berbalik unggul 8-7 setelah bola lawan keluar. Sumaya terus menekan hingga memperlebar keunggulan menjadi 10-7.

Pada akhirnya, Sumaya menutup gim ketiga dengan skor 12-7. Kemenangan tersebut membawa Sumaya ke final sekaligus memastikan Indonesia meraih medali pertama dari cabang olahraga teqball. Ini menjadi sejarah dalam keikutsertaan Indonesia di Asian Games.

Sumaya sebelumnya memastikan tempat pada semifinal setelah mengalahkan wakil Kamboja, DY Koemyean. Ia menang pada babak repechage dengan kemenangan dua gim langsung, 12-8 dan 12-7.

Pada fase Grup B, Sumaya mengawali perjuangan dengan mengalahkan wakil Lebanon, Dandal Kamar. Ia menang dengan skor 12-9 dan 12-11. Namun, ia sempat kalah dari wakil Myanmar, Wai Khin Hnin, dengan skor 10-12 dan 8-12.

Sumaya kemudian bangkit dengan mengalahkan wakil Kirgizstan, Aidana Otorbaeva. Ia menang melalui pertandingan tiga gim, 6-12, 12-6, dan 12-6. Hasil tersebut menempatkan Sumaya di posisi kedua Grup B sehingga harus menjalani babak repechage.

Kemenangan atas DY Koemyean kemudian memastikan langkahnya ke semifinal. Perjalanan Sumaya di ajang ini menunjukkan konsistensi dan daya juang tinggi. Ia mampu melewati berbagai laga ketat dengan hasil positif.

Dengan tiket final yang sudah berada dalam genggaman, Sumaya berpeluang mengukir sejarah. Ia bisa menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas Asian Games dari cabang olahraga teqball. Peluang tersebut tentu menjadi sorotan pecinta olahraga tanah air.

Sebelumnya, debutan Yoga Ardika Putra juga membuka jalan teqball Indonesia di Asian Games. Ia meraih dua kemenangan pada penampilan perdananya. Hal ini menambah catatan positif bagi kontingen Indonesia di cabang teqball.

Selain itu, tim putri teqball Indonesia juga telah lolos ke semifinal. Capaian ini memperkuat posisi Indonesia di panggung teqball Asia. Sumaya kini menjadi tumpuan untuk membawa pulang medali emas.

Partai final nanti akan menjadi penentu bagi Sumaya. Ia berkesempatan mengubah medali perak menjadi emas. Seluruh perhatian pecinta olahraga Indonesia tertuju pada laga puncak tersebut.

[ META_DESCRIPTION] Sumaya melaju ke final teqball Asian Games 2026 setelah menundukkan Quimcy Joaquim Dsouza. Indonesia pastikan medali perak dan berpeluang emas.