Technologue.id, Jakarta – Alibaba Group sudah menunjukkan keseriusannya untuk menggarap industri e-commerce Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini mereka tunjukkan dengan menambah investasi sebesar 2 miliar USD (setara Rp27 triliunan) ke anak perusahaannya, Lazada Group.

Baca juga:

Lagi, Konsumen Lazada Kecewa Karena Pembatalan Order Sepihak

Dalam keterangan resmi yang redaksi terima, total Alibaba sudah menggelontorkan sebanyak 4 miliar USD atau lebih dari Rp54 triliun. Suntikan pertama mereka untuk e-commerce yang menggurita di Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, juga Indonesia itu senilai 1 miliar USD (Rp13,7 triliun). Nominal tersebut sekaligus menjadi mahar akuisisi Alibaba atas Lazada pada 2016 silam.

Setahun berselang, Alibaba menambah jumlah saham yang dimilikinya menjadi 83 persen melalui penambahan investasi sebanyak 1 miliar USD. Sementara tahun ini, investasi Alibaba ke Lazada meningkat dua kali lipat.

Baca juga:

BPS Godok Data E-Commerce Indonesia

Selain menambah investasi, Alibaba dan Lazada juga telah menyetujui perubahan di struktur manajemennya. Lucy Peng, satu dari 18 pendiri Alibaba yang saat ini menjabat sebagai Chairman Lazada, akan menduduki posisi sebagai CEO Lazada Group. Sedangkan Max Bittner, yang telah menjadi CEO Lazada Group sejak tahun 2012, akan diangkat sebagai Senior Advisor untuk Alibaba Group.

“Dengan demografi populasi yang muda, penetrasi mobile yang tinggi, dan baru 3 persen dari total penjualan retail dilaksanakan secara online, kami sangat yakin dapat meningkatkan dan melipatgandakan pertumbuhan kami di Asia Tenggara,” papar Peng pada redaksi (19/03/2018), yang sama antusiasnya dengan Bittner pasca dukungan terbaru Alibaba ke Lazada ini.

Baca juga:

Fitur Baru Lazada: Ganti Pelumas Kendaraan Online

“Lazada memiliki posisi yang baik untuk melangkah ke tahap selanjutnya dari internet-enabled commerce di wilayah ini. Kami juga sangat antusias menyambut kesempatan untuk tumbuh lebih pesat,” tutup Peng.