Technologue.id, Jakarta – Facebook terus berbenah untuk menjadi lebih dari sekadar media sosial demi memenuhi kebutuhan netizen untuk silaturahmi atau mengonsumsi konten digital. Redaksi pantau, mereka rajin melahirkan inovasi yang lebih humanis atau mementingkan aspek sosial.

Merasa belum puas dengan lembaga pro bono yang telah didirikan bersama Istrinya tahun lalu, Mark Zuckerberg memutuskan untuk memberi sentuhan baru di Facebook Map. Kelak, fitur tersebut bisa digunakan untuk membantu para korban bencana alam.

Jadi, bukan tidak mungkin bila Facebook yang sekarang hanya dikenal luas sebagai platform tempat bercanda, senang-senang, “galau”, atau mencurahkan perasaan, sesegera mungkin mampu menyelamatkan nyawa manusia yang berada dalam keadaan darurat.

Untuk mencapai tujuan mulia itu, Facebook telah merancang tiga tipe peta yang masing-masing memiliki fungsi penting tersendiri dan bila digabungkan, akan memberi solusi penyelamatan untuk para korban bencana alam.

Pertama, ada peta kepadatan penduduk yang dirancang Facebook untuk menganalisa bagaimana kepadatan penduduk di daerah yang terkena bencana baik saat sebelum dan sesudah. Data yang didapat Facebook dalam melihat perubahan kepadatan penduduk ini kemudian bisa diserahkan ke pada pihak terkait agar bisa memahami mana letak terparah dari dampak bencana alam tersebut karena kepadatannya telah berkurang drastis.

Kedua, ada peta pergerakan penduduk yang bisa diatur waktu pelacakannya, sehingga memungkinkan untuk menerjemahkan pola dari arah penduduk-penduduk ini menyelamatkan diri saat bencana terjadi. Data dari peta ini nantinya bisa digunakan pihak terkait untuk menentukan titik bantuan dan mengatur lalu lintas di sekitar daerah yang terkena bencana.

Sementara peta terakhir adalah peta yang tersambung dengan perusahaan jaringan komunikasi berbasis Safety Check Tool yang memungkinkan para korban selamat membagikan info tentang daerah aman tersebut. Tujuannya agar informasi yang bisa meredam kekalutan ini bisa disebarluaskan dan makin banyak penduduk yang bisa diayomi oleh tim penyelamat karena sudah terorganisir di satu wilayah aman.

Sejauh ini, Facebook belum bekerja sama dengan banyak pihak dan hanya memilih beberapa perusahaan serta organisasi besar, seperti UNICEF, World Food Programme, serta Red Cross untuk pengembangan peta dan izin akses data. Walau baru sedikit, tetapi bukan berarti Facebook tidak berniat untuk membagikan info dari petanya ini pada pemerintah dan instansi lain yang masih terkait. Facebook hanya masih menimbang, pihak mana saja yang bisa dipercaya untuk menggunakan data berisi privasi para pengguna ini.

 

Baca juga:

Facebook Bikin Aplikasi Chat untuk Kaum Millenials

Facebook Buka Lowongan untuk 3.000 Orang, Kerjaannya Cuma Lihat Video!

Angkatan Laut Amerika Ketahuan Berbagi Foto Porno di Facebook