Tak Jadi Dibunuh, Vine Rebranding Jadi Vine Camera

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Bulan Oktober lalu, Twitter telah mengumumkan kalau tak lama lagi mereka akan menutup platform video singkatnya yang sudah diakuisisi sejak 2012 lalu. Vine, yang cukup dikenal sebagai wadahnya video pendek nan menghibur itu, tak akan menyediakan konten baru, walaupun untuk sementara ini Twitter tidak berniat untuk menghapus platform tersebut sepenuhnya.

Namun, melansir pernyataan resmi dari tim Vine via Medium (17/12/16), mereka bakal mengalihfungsikan aplikasi Vine menjadi Vine Camera awal tahun depan. Dari segi penggunaan, Vine Camera tak akan jauh berbeda. Aplikasi itu bakal mengizinkan user untuk mengambil video berdurasi 6,5 detik. Kemudian, user bisa mengunggahya ke akun Twitter atau menyimpannya ke memori ponsel.

Walau begitu, tetap saja, user nantinya tetap tidak bisa mengunggahnya ke situs Vine yang lawas. Jadi, platform tersebut hanya akan menjadi arsip video Vine milik masyarakat sedunia.

Beberapa rumor yang berembus sebelumnya menyangkutpautkan Vine dengan urusan akuisisi. Ada yang menyebut kalau platform bikinan Dom Hofmann, Rus Yusupov, dan Colin Kroll itu diminati oleh  suatu perusahaan. Isunya, Vine bakal dibeli senilai Rp 132 miliar. Tak berhenti di sana, rumor lain menyebut sebuah situs porno terkenal meminati Vine dan ingin menjadikannya situs porno dengan konsep anyar.

 

Baca juga:

Tak Jadi Ditelantarkan, Twitter Coba Jual Vine

Begini Cara Selamatkan Video Kesayangan Anda di Vine

Kontennya Membosankan, Vine Akan Diubah Jadi Situs Porno?

- Advertisement -

Latest News

Related Stories