Technologue.idNewsTak Jatuh di Indonesia, Stasiun Luar Angkasa China "Mendarat" di Sini

Tak Jatuh di Indonesia, Stasiun Luar Angkasa China “Mendarat” di Sini

Technologue.id, Jakarta – Stasiun luar angkasa Tiangong-1 yang sudah hilang kontak dengan Tiongkok akhirnya jatuh ke Bumi pada Senin (02/04/2018) dini hari. Lokasi jatuh puing-puing space station seukuran bus itu jatuh di lautan Pasifik Selatan.

Sebelumnya, dikabarkan kalau Tiangong-1 bisa saja jatuh ke wilayah Indonesia. Namun ternyata, melansir BusinessInsider.com (02/04/2018), prediksi itu tak kesampaian karena puing-puing Tiangong-1 yang terbakar atmosfer justru jatuh di lautan yang berada di antara Australia, Selandia Baru, dan Amerika Selatan itu.

Baca juga:

Teror WannaCry Belum Berakhir, Indonesia Jadi Target Terbesar!

Tiangong-1 merupakan bagian dari proyek besar China di luar angkasa. Memasuki orbit pada 29 September 2011, stasiun antariksa dengan panjang 10,5 meter dan lebar 4,5 meter itu sejatinya diprediksi deorbit pada tahun 2013. Akan tetapi, Tiangong-1 justru bisa bertahan sampai April 2018.

Setelah lost contact pada Maret 2016, Tiongkok langsung meluncurkan Tiangong-2, sukesornya, sebulan berselang. Kini, Tiangong-2 menggantikan tugas Tiangong-1 untuk menjadi kelinci percobaan China sebelum mereka meluncurkan space station modular antar setahun atau empat tahun lagi.

Baca juga:

2 Tahun Hilang di Lautan, Kamera Ini Ditemukan Berfungsi Normal

Tiangong-1, yang punya arti “Istana Surgawi” itu adalah rentetan proyek eksplorasi luar angkasa pemerintah China. Dimulai pada 2001 lalu dengan meluncurkan pesawat ruang angkasa yang membawa hewan, China melanjutkannya dengan mengirimkan astronot pertama ke orbit dua tahun setelahnya.

Baca juga:

Apakah Akun Anda Sudah Pernah Dibobol Orang? Begini Cara Cari Tahunya

Tiangong-1 sempat dikunjungi oleh sejumlah spacecraft. Pertama, Shenzou 8 tanpa awak pada November 2011, lalu Shenzou 9 dengan awak pada 2012. Lantas, diparipurnakan oleh Shenzou 10 pada Juni 2013 dengan membawa manusia. Tiangong-1 juga jadi lokasi pendaratan astronot wanita pertama, Liu Yang dan Wang Yaping.

- Advertisement -