Jakarta – eSport kini bukan lagi sekadar permaianan video games saja yang dimaiankan berkelompok. Tapi sudah mulai masuk ke ranah olahraga. Hal itu yang disampaikan oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman, baru-baru ini.

Marciano Norman menyayangkan banyaknya pendapat seperti itu yang muncul dari pikiran beberapa orang. eSport dengan video games itu sangat jauh berbeda.

“Banyak yang menyebutkan, eSport itu hanya buang waktu, sama seperti main games saja, di depan komputer. Padahal, tidak seperti itu,” kata Marciano Norman.

Singkatnya, ia menyebutkan, game biasanya dilakukan sebagai rekreasi dan dilakukan di waktu senggang. Sementara, eSport dianggap dilakukan oleh para profesional.

Selain itu, eSPort pun bisa saja suatu saat nanti tergabung menjadi olahraga sungguhan, berada di bawah naungan KONI.

“Mungkin saja, di masa mendatang, eSport bisa gabung dengan KONI karena disahkan menjadi cabang olahraga baru,” tambah Marciano Norman.

Kesuksesan industri eSports di Indonesia mulai berkembang. Terbukti, acara UniPin SEACA 2019 baru saja digelar, diikuti oleh sekitar 400 orang. Kompetisi eSport terbesar se-ASEAN dilangsungkan di Jakarta, 8 – 10 November 2019.