Technologue.id, Malang – Anda sedikit banyak pasti merasakan kalau masyarakat terutama di kota-kota besar sudah mulai mafhum dengan aktivitas jual-beli online. Tak sekadar barang-barang baru, barang bekas atau preloved pun kini biasa diperjualbelikan di dunia maya.

Wadah atau pelakunya pun banyak, dari toko online di media sosial sampai startup dan perusahaan e-commerce. Sebagai pemain yang sudah berkecimpung di sektor ini secara resmi sedari 2015, Prelo mengklaim jika layanan dan experience dalam transaksi jual-beli barang bekas di platformnya berbeda dengan yang lain. Mengapa bisa begitu?

“Kita lebih menekankan bahwa di Prelo semua barangnya orisinal. Di tempat-tempat lain ada yang jualan barang bekas juga kan, tapi enggak menjamin orisinalnya dan enggak ada rekening bersama,” tandas Annisa Dewi, Business Development Executive Prelo.

Untuk menjamin keaslian barang yang dijual, Prelo tak hanya mengandalkan satu strategi. Selain konsisten mengedukasi dan mendorong pelanggan agar hanya menjual produk preloved yang asli sehingga meningkatkan kans masuk ke kolom Editor’s Pick atau dalam kata lain mendapat bantuan promosi dari Prelo secara cuma-cuma, startup dari Bandung ini juga memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk menghalau para penjual nakal.

Tampilan laman Editor’s Pick di web Prelo (source: Prelo)

“Kita punya tim kurasi, yang ketika di-hire memang dicari orang-orang yang mengerti barang-barang orisinal dan KW. Dari foto saja sebenarnya sudah bisa kelihatan sih mana barang yang asli,” imbuh lulusan Universitas Padjajaran itu saat diwawancarai Technologue.id, Sabtu (22/07/17), setelah Seller Gathering Prelo Malang.

Di samping itu, tim Prelo juga senantiasa menjalin relasi yang baik dengan komunitas-komunitas khusus fashion hingga perkumpulan konsumen yang fanatik dengan brand atau produk tertentu. Dari sini, terjadi proses pertukaran informasi yang menguntungkan tim internal Prelo dari segi pemahaman fashion item atau brand tertentu.

Inilah yang membuat Prelo yakin, walaupun mereka memajang dagangan preloved di etalase mayanya, jaminan mutu dan kenyamanan konsumen selalu dinomorsatukan.

Aplikasi Prelo sejauh ini sudah diunduh lebih dari 100 ribu kali. Mereka juga telah menggandeng seller dari beragam kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar.

 

Baca juga:

Banyak Barang Bagus Tak Terpakai Menumpuk di Rumah? Jual di Prelo Saja!

Mau Kredit Tanpa Agunan Langsung dari Smartphone? Coba Julo!

Beli Emas Online di Bukalapak, 5 miligram Pun Bisa!