Jakarta — Take-Two Interactive selaku induk perusahaan Rockstar Games resmi mengajukan dua subpoena Digital Millennium Copyright Act (DMCA) yang menyasar Microsoft dan Discord. Langkah hukum ini diambil untuk mengungkap identitas pembocor yang dikenal dengan julukan Cyberleek, sosok di balik maraknya kebocoran gameplay GTA VI yang beredar luas di internet.

Kedua subpoena tersebut diajukan pada 20 Agustus di Pengadilan Distrik Selatan New York, sebagaimana pertama kali dilaporkan oleh Kotaku. Dalam dokumen resminya, Take-Two secara eksplisit menyebut adanya "konten curian" yang menjadi dasar penyelidikan hukum ini.

Pengajuan ini sekaligus mengonfirmasi kecurigaan para penggemar bahwa sebagian video gameplay dan peta yang diunggah Cyberleek adalah konten asli. Take-Two meminta informasi spesifik untuk mengidentifikasi pengguna yang bertanggung jawab mengunggah konten berhak cipta milik mereka secara ilegal.

Subpoena tersebut juga menyebutkan nama-nama pengguna Discord tertentu, server Discord, hingga repositori GitHub yang diduga menjadi sarang penyebaran konten bocor. Salah satu lampiran berisi salinan permintaan penghapusan yang dikirim ke Discord, yang menyatakan materi tersebut merupakan rekaman gameplay ilegal dari game yang belum dirilis.

Dalam pernyataannya, Take-Two menegaskan bahwa konten yang beredar mereproduksi aset game berhak cipta milik klien mereka tanpa izin. Distribusi materi tersebut dinilai sebagai pengungkapan publik yang tidak sah atas karya berhak cipta, sehingga menjadi pelanggaran serius yang harus ditindak.

Cyberleek sendiri telah konsisten membagikan video gameplay bocor yang menyebar luas di X, Reddit, dan platform berbagi file. Aksi ini terjadi sekitar seminggu sebelum Netflix dijadwalkan menayangkan cuplikan eksklusif GTA 6, sehingga rencana promosi Rockstar menjadi terganggu oleh ulah para pembocor anonim tersebut.

Dokumen pengadilan menyebutkan nama-nama pengguna Discord tertentu beserta ID akun yang terkait dengan pembocor, termasuk "CYBERLEEK" dan "CINEMATICROCKSTAR". Take-Two juga meminta seluruh informasi identitas pengguna yang tergabung dalam server Discord terkait sejak 1 Juni 2026 hingga saat ini.

Permintaan tersebut mencakup data backend server, log pesan asli, log akses IP, alamat email, nomor telepon, akun tertaut, hingga pengidentifikasi perangkat yang digunakan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Take-Two dalam menelusuri jejak digital para pelaku kebocoran.

Selain Discord, Take-Two juga mengajukan subpoena kepada Microsoft selaku induk perusahaan GitHub. Dalam pengajuan tersebut, Take-Two menuntut GitHub menghapus konten bocor pada repositori tertentu yang diduga menyebarkan materi ilegal. Mereka bahkan menuntut repositori tersebut dinonaktifkan sepenuhnya tanpa pengecualian.

Hingga berita ini ditulis, repositori GitHub yang disebut dalam permintaan penghapusan masih dapat diakses secara online. Belum jelas apakah repositori tersebut terkait langsung dengan pembocor yang selama ini lebih aktif berkomunikasi melalui situs web dan Telegram.

Video pertama dari Cyberleek muncul pada 18 Agustus, dan sejak saat itu pembocor telah merilis enam video gameplay serta tiga pratinjau yang menampilkan peta game. Aksi ini semakin memanaskan situasi mengingat penundaan GTA 6 yang telah berlangsung lama membuat para penggemar sangat haus informasi.

Grand Theft Auto VI menjadi salah satu game paling dinantikan dalam sejarah industri video game. Setelah melalui berbagai penundaan dan proses pengembangan selama satu dekade, para gamer sangat antusias menyambut perilisan yang dijadwalkan pada 19 November mendatang.

Menariknya, Cyberleek juga mempromosikan memecoin bersama dengan video bocor yang dibagikannya. Sang pembocor bahkan mendorong publik untuk membeli koin tersebut agar bisa memilih materi apa yang akan dirilis selanjutnya, sebuah taktik yang semakin memperumit kasus ini.

Salah satu kebocoran terbaru menunjukkan karakter dalam game menembakkan kata "LEEK" ke dinding, mengindikasikan bahwa pembocor mungkin memiliki versi game yang dapat dimainkan. Jika benar, situasi ini tentu menjadi mimpi buruk bagi Rockstar Games.

Cyberleek sendiri telah mengancam akan terus membagikan rekaman bocor, dan situs webnya memuat manifesto serta daftar keluhan terhadap perusahaan video game. Mashable telah menghubungi Rockstar Games dan Take-Two untuk meminta konfirmasi, namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari kedua perusahaan tersebut.

Kasus ini mengingatkan kita pada peretasan GTA VI sebelumnya yang dilakukan remaja berusia 17 tahun. Sementara itu, banyak rumor GTA 6 yang beredar belum tentu benar, sehingga penggemar perlu lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang muncul.