Technologue.id, Jakarta – Aksi demo massa pengemudi transportasi online yang menyerbu Kantor Grab di Lippo Kuningan, Jakarta, Senin (10/09/2018), baru mendapat respon dari pihak Grab Indonesia. Mereka menuntut hak-haknya untuk dipenuhi oleh pihak perusahaan ride-hailing tersebut.

Baca juga:

Menkominfo Hasut Grab agar Mau “Dinaturalisasi”

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, menyampaikan mayoritas driver demo menuntut kenaikan tarif itu adalah pengemudi yang melakukan kecurangan. Malah, ada juga yang hanya sekadar ikut-ikutan.

“Terkait unjuk rasa yang terjadi beberapa hari yang lalu, perlu kami tegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok kecil mitra pengemudi yang tidak mewakili keseluruhan komunitas mitra pengemudi Grab. Dan dari yang melakukan aksi ini banyak yang terindikasi sebelumnya melakukan kecurangan yang merugikan penumpang dan mitra pengemudi lainnya,” kata Ridzki.

- Advertisement -

Baca juga:

Tak Hanya Go-Jek, Kini Driver Grab Pun Bisa Punya Rumah Sendiri

Ia menjelaskan, perusahaan menerima dengan baik setiap masukan dari para mitra. Asalkan, aspirasi itu disampaikan secara baik-baik.

“Kami sadar bahwa kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum dijamin oleh UUD 1945 dan perundangan lain terkait, namun kami berharap bahwa setiap masukan dari para mitra disampaikan lebih baik dengan cara tertulis serta dilakukan melalui musyawarah mufakat,” katanya.

Baca juga:

Grab Terima Pasang Iklan Online-to-Offline Berkonsep Modular

Ridzki melanjutkan, “Kami juga ingin menggunakan momentum sosialisasi hari ini untuk mendorong seluruh mitra pengemudi untuk menaati kode etik mitra pengemudi dan peraturan yang berlaku agar para mitra pengemudi dapat mencari nafkah dengan tenang tanpa perlu terprovokasi sekelompok kecil mitra pengemudi yang tidak bertanggung jawab.”