Tanggapi Isu Driver Mogok, Gojek Beri Penjelasan

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) luncurkan skema baru insentif Gosend Sameday diterapkan agar berikan lebih banyak peluang bagi mitra untuk dapatkan insentif.

Di skema insenstif yang lama, insentif akan diberikan saat mitra driver selesaikan minimum lima pengantaran. Sedangkan di skema insentif yang baru, walau mitra cuma selesaikan satu pengantaran, driver sudah bisa dapatkan insentif.

Baca Juga:
Waduh, Driver Gojek Ancam Mogok Massal karena Insentif Baru GoKilat

VP Corporate Communications Gojek, Audrey Petriny, mengatakan bahwa GoSend tidak ubah skema pendapatan atau tarif pokok per jarak tempuh bagi mitra driver. Kebijakan penyesuaian cuma dilakukan pada skema insentif untuk berikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak mitra agar dapat memperoleh insentif.

Kebijakan ini merupakan langkah untuk lebih memeratakan jumlah mitra yang dapat memperoleh insentif tersebut.” Kata Audrey.

Audrey pun menjelaskan, dengan skema insentif yang baru ini makin banyak mitra yang bisa dapatkan penghasilan tambahan di masa pemulihan pandemi. GoSend juga punya berbagai program apresiasi bagi mitra dengan performa baik.

Misalnya, jika sebelumnya mitra dengan jumlah pengantaran 1-4 tidak bisa dapatkan insentif. Di skema insentif yang baru ini, driver bisa dapatkan insentif walau hanya satu pengantaran.

Untuk kawasan Jabodetabek, Skema lama akan berikan insentif dengan nilai minimum Rp10.000, saat mitra driver selesaikan lima pengantaran. Lalu nilainya bertambah jadi Rp30.000 untuk delapan pengantaran dan seterusnya.

Jika jumlah yang barang yang diantar di bawah dari jumlah tersebut, maka mitra tidak bisa dapatkan insentif. Adapun jika mitra melakukan 15 pengantaran atau lebih maka akan dapatkan Rp100.000.

Baca Juga:
Merger Gojek-Tokopedia, Driver Harap Bonus dan Insentif Memadai

Di skema insentif baru, Gojek menghapus batas minimal pengantaran dan diganti dengan perhitungan bahwa untuk jumlah 1-9 pengantaran, maka mitra berpeluang dapatkan Rp1.000 per pengantaran.

Lalu, jika mitra berhasil lakukan 15 pengantaran lebih, maka nilai per jumlah aktivitas pengantarannya naik jadi Rp2.500 per pengantaran.

Adapun perbandingan skema insentif baru dengan insentif lama untuk wilayah Jabodetabek adalah sebagai berikut:

Insentif lama di Jabodetabek:
-Menyelesaikan 5 Pengantaran: Rp10.000
-Menyelesaikan 8 Pengantaran: Rp30.000
-Menyelesaikan 10 Pengantaran: Rp45.000
-Menyelesaikan 13 Pengantaran: Rp60.000
-Menyelesaikan 15 Pengantaran: Rp100.000

Insentif baru di Jabodetabek:
-pengantaran 1 – 9 dapat Rp 1.000/pengantaran
-pengantaran 10-14 dapat Rp 2.000/pengantaran
-pengantaran 15+ dapat Rp 2.500/pengantaran

Mitra driver Gojek dalam hal pengantaran terbagi jadi dua. Pertama, mitra yang khusus antar orang dan barang. Kedua, mitra yang khusus antar barang, contoh untuk layanan Gosend Sameday.

Saat ini, beredar kabar bahwa sejumlah mitra akan lakukan mogok kerja dengan cara off bid atau mematikan aplikasi. Hal ini adalah bentuk protes para driver tehadap penerapan skema insentif baru yang diterapkan Gojek. Para mitra driver menilai bahwa skema insentif baru diterapkan secara sepihak oleh Gojek dengan parameter penilaian yang tidak transparan.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono, membantah bakal ada aksi mogok mitra driver Gojek pada 8 Juni seperti rilis yang beredar di media sosial. Igun sudah memeriksa dan menanyakan hal itu kepada teman-teman di lapangan.

Sedangkan untuk keterlibatan mitra Gojek dan paramater dalam penyusunan insentif baru, Audrey tidak memberikan informasi lebih lanjut.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories