Team SEA of Hope dari Indonesia Keluar Sebagai Juara Pertama di ASEAN Data Science Explorers

Technologue.id, Jakarta – The ASEAN Foundation dan SAP SE (NYSE: SAP) dengan penuh rasa syukur mengumumkan bahwa the ASEAN Data Science Explorers (ASEAN DSE) tidak mengalami perlambatan di tengah pandemi COVID-19. ASEAN DSE bahkan untuk pertama kalinya berhasil menggelar final nasional virtual tahun ini. Ada 3 tim yang terpilih sebagai pemenang dalam final nasional ASEAN DSE 2020 yang berlangsung secara virtual hari ini, yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik.

Di tengah pandemi global, ASEAN DSE terus menggalakan minat komunitas pemuda dan terus berusaha meningkatkan keterampilan dasar mereka di era digital saat ini. Secara keseluruhan, ada 852 pemuda dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara berkompetisi mewakili negaranya masing-masing di final nasional, dan 4.563 pelajar dan pengajar dilatih di SAP Analytics Cloud pada tahun 2020.

Ketiga pemenang dinilai berdasarkan kemampuan mereka dalam merancang konsep terbaik untuk mengatasi isu-isu sosial ekonomi, yang didorong oleh wawasan data. Kriteria penilaian meliputi kreativitas, kelayakan, inovasi dan kemampuan tim dalam memperagakan implementasi dari solusi.

Sebagai pemenang pertama, Team SEA of Hope dari Institut Teknologi Bandung akan mewakili Indonesia dalam acara Final Kawasan ASEAN DSE 2020 pada bulan November mendatang. Berikut adalah penjelasan rinci para pemenang:

  • [Pemenang Pertama] Team SEA of Hope, terdiri dari Wayan Rezaldi Widyanatha dan Nabila Zahra Wassil dari Institut Teknologi Bandung, berhasil terpilih menjadi pemenang pertama Final Nasional. Proyek mereka fokus pada sungai sehat sebagai jantung kota kota berkelanjutan di Asia Tenggara.
  • [Runner-up] Team Lexicon, terdiri dari Annisa Rizki Farhana Nur dan Maria Kayla Augusta dari Universitas Indonesia, muncul sebagai runner-up. Proyek mereka didesain untuk meningkatkan transportasi public perkotaan untuk mobilitas berkelanjutan.
  • [Runner-up kedua] Sementara, Team Fasrot, terdiri dari Budhi Fatanza Wiratama dan Muarrikh Yazka Ginang Prasidana dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik menjadi runner-up kedua untuk proyek mereka terkait obesitas sebagai isu utama di kawasan Asia Tenggara.

“Revolusi industri 4.0 menawarkan kesempatan besar sekaligus tantangan besar bagi kita. Kita saat ini hidup di era digital yang sangat maju dan data memiliki peranan penting, sehingga penting bagi generasi muda untuk memahami teknologi dan inovasi tinggi untuk melakukan sebuah analisis berbasis data. Era pasca pandemi COVID-19 juga telah mengajarkan kita untuk memaksimalkan teknologi di lingkungan normal baru. ASEAN Foundation telah memainkan peran penting dalam mengembangkan dan memperkaya generasi muda di Asia Tenggara dengan berbagai program, terutama lewat ASEAN Data Science Explorers (ASEAN DSE). Saya sangat percaya bahwa ASEAN DSE akan memberikan pengalaman dan pelajaran berharga bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam memanfaatkan data dan memformulasikan solusi lewat kompetisi ini,” kata Bapak Riaz Januar Putra Saehu, Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Kementerian Luar Negeri Indonesia.

“Bersama-sama dengan ASEAN Foundation, kami di SAP sangat memotivasi generasi muda untuk menggunakan ketrampilan yang baru mereka pelajari dari SAP Analytics Cloud untuk menciptakan inovasi berkelanjutan terkait isu-isu sosial dan ekonomi, juga memanfaatkan ketrampilan-ketrampilan ini untuk pengembangan diri mereka sendiri,” kata Managing Director SAP Indonesia Andreas Diantoro. “Ketrampilan digital lebih relevan saat ini di tengah situasi pandemi kita saat ini dan kedepan sambal kita menanti pemulihan. Kami senang melihat generasi muda di Asia Tenggara bisa membuat perubahan yang berdampak pada tujuan dan meningkatkan kehidupan manusia,”

“ASEAN DSE adalah wujud komitmen kami dengan SAP untuk mendayagunakan generasi muda di kawasan Asia Tenggara melalui keterampilan masa depan yang akan memungkinkan mereka mampu bersaing secara global selama masa sulit ini maupun di tahun tahun yang akan datang,” kata Dr. Yang Mee Eng, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation. “Kami sangat senang melihat begitu banyak proposal inovatif berbasis data dipresentasikan oleh semua finalis hari ini. Ini merupakan sebuah pernyataan tentang apa yang generasi muda bisa lakukan saat mereka terekspos dan dibekali dengan keterampilan digital yang relevan serta difasilitasi dengan platform imersif untuk menunjukan bakat mereka. Kami percaya bahwa jika mereka diberi kesempatan, generasi muda Asia Tenggara kita bisa menciptakan solusi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,”

“Kami memulai proyek ini, awalnya hanya sepasang teman yang ingin melakukan sesuatu yang produktif selama pandemic dan mengeksplor minat kami terhadap data science. Sesampainya di ADSE, kami memahami begitu banyak hal tentang Asia Tenggara dan hal-hal terkait kesejahteraan, dan bagaimana kami sebagai generasi muda bisa berkontribusi mengubah wawasan dari data yang tersedia dan memperbaikinya. Kami tidak sabar untuk sampai ke acara final kawasan dan mewakili Indonesia di sana,” kata perwakilan Team SEA of Hope.

Acara final nasional juga disiarkan langsung di Facebook, dan berhasil menarik 1.600 viewers. ASEAN DSE adalah program kawasan yang diadakan oleh the ASEAN Foundation dan SAP yang bertujuan untuk menjadi katalis aktivitas dan pemikiran kritis para pelajar universitas di Asia Tenggara. Sejak diadakan pada tahun 2017, ASEAN DSE telah memberdayakan lebih dari 16.259 pelajar, 1.420 pengajar dari 370 institusi pendidikan tinggi di kawasan dengan ketrampilan data analytics. Program ini melibatkan generasi muda untuk mengembangkan solusi berbasis data untuk enam tujuan pengembangan berkelanjutan yaitu (1) kesehatan dan kesejahteraan yang baik, (2) pendidikan berkualitas, (3) kesetaraan gender, (4) pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja yang layak, (5) industri, inovasi & infrastruktur dan (6) perkotaan dan komunitas berkelanjutan dengan memanfaatkan SAP’s Analytics Cloud software.

ASEAN Foundation dan SAP berbagi tujuan yang sama dalam melanjutkan pelaksanaan ASEAN DSE 2020 sebagai salah satu cara untuk membekali generasi muda dengan keterampilan masa depan yang akan membuat mereka mampu melewati era normal baru dan mendukung tema Viet Nam’s ASEAN Chairmanship, yakni membangun “Cohesive and Responsive ASEAN”.