Tekan Angka Stunting, Telkomsel Hadirkan Aplikasi E-SIHAT

- Advertisement -

Launching aplikasi E-SIHAT Belitung

Technologue.id, Jakarta – Telkomsel kembali hadirkan aksi sosial (CSR) dalam membantu pemerintah daerah Belitung Timur mengatasi masalah Stunting (kondisi gagal pertumbuhan pada anak) lewat aplikasi E-SIHAT. Aplikasi ini akan memudahkan petugas kesehatan dalam memonitoring kondisi ibu hamil, bayi dan balita di daerah tersebut.

Ririn Widaryani, Direktur Sales Telkomsel, dalam pernyataan tertulis yang diterima Technologue.id pada Kamis (26/12/2019) mengatakan, “E-SIHAT akan menghadirkan data kesehatan secara realtime sehingga pemerintah dapat mengambil tindakan pencegahan khususnya stunting pada anak usia dini. Melalui aplikasi ini, Telkomsel mendorong akselerasi dalam menciptakan ekosistem digital untuk keseharian masyarakat, termasuk di Belitung Timur”.

Lebih lanjut, Ririn menjelaskan, aplikasi E-SIHAT BELITUNG merupakan platform aplikasi kesehatan digital. Melalui aplikasi ini, petugas yang sebelumnya melakukan pencatatan secara manual akan beralih ke pencatatan digital. “Dengan data digital yang bersifat realtime, diharapkan akan membantu petugas kesehatan mengambil tindakan pencegahan dengan cepat dan akurat untuk mencegah stunting pada anak,” ujarnya.

Selain itu, dikatakan E-SIHAT BELITUNG juga akan berperan sebagai alarm petugas jika ada ibu hamil, bayi dan balita yang tidak melakukan cek kesehatan secara berkala. “Nantinya petugas kesehatan akan diminta untuk mengunjungi ibu hamil, bayi dan balita memastikan kondisi kehamilan dan kesehatan mereka,” tambahnya.

Pada tahap awal ini, Telkomsel memberikan 23 akses pengguna, perangkan tablet, serta akses jaringan Telkomsel tanpa biaya kepada pemerintah daerah Belitung Timur. Seluruh akses user dan perangkat nantinya akan disebar ke petugas kesehatan yang ada di daerah tersebut.

Ririn mengatakan, Secara berkala program E-SIHAT ini juga akan rilis di daerah–daerah lain. “Diharapkan program di Belitung Timur ini bisa menjadi langkah awal membantu pemerintah daerah menekan angka kasus stunting pada anak di Indonesia, serta merangsang perkembangan ekosistem digital di Belitung dalam seluruh aspek kehidupan.” tutup Ririn.

Untuk diketahui, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki angka kasus stunting pada anak yang tinggi, sekitar 27,67%. Kondisi ini banyak terjadi akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama dan tidak termonitoring oleh pemerintah.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories