Technologue.id, Jakarta – Samsung Electronics secara global baru saja merilis laporan keuangan untuk kuartal keempat tahun 2019. Dan dari situ tampak tak begitu menyenangkan lantaran pertumbuhannya tak begitu banyak. Oleh karenanya, teknologi 5G menjadi tumpuan bagi mereka untuk bisa memperbaikinya di tahun 2020 ini.

Baca Juga:

Mengutip dari TheVerge (29/01/20), total penjualan Samsung untuk kuartal keempat 2019 meningkat sekitar 1 persen menjadi US$ 50,7 miliar dari tahun ke tahun. Sementara laba operasionalnya menurun hingga 34 persen menjadi US$6 miliar pada periode yang sama.

Melihat angka tersebut, Samsung pun berharap ke depannya adopsi 5G pada tahun 2020 ini bakal bisa meningkatkan angka penjualannya secara keseluruhan, terutama divisi mobile Samsung. Pasalnya, jika hal itu terjadi, penjualan cip memori kepada para vendor smartphone dan data center diyakini bisa meningkat.

Baca Juga:

Berapa Harga Samsung Galaxy Z Flip dan S20 Ultra?

Selain itu, Samsung juga berencana untuk membuat cip 5G yang terintegrasi. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar smartphone secara massal. Dan hal itu bisa saja dibarengi dengan tumbuhnya permintaan layar OLED dan sensor kamera smartphone beresolusi tinggi.

Untuk tahun 2019 sendiri, penurunan pendapatan terjadi lantaran jatuhnya harga cip memori. Padahal, tahun sebelumnya sektor tersebut menyumbang pendapatan paling besar bagi Samsung. Tak cuma itu, bisnis panel layar pun ikut turun sehingga pendapatan pertumbuhannya pun tak begitu memuaskan dari tahun ke tahun.