Technologue.id, Jakarta – Pemerintah Jerman dikabarkan sedang menghadapi tagihan sekitar 800.000 euro atau setara Rp 12 miliar karena gagal meng-upgrade Windows 7. Tagihan tersebut dikenakan untuk biaya pengamanan komputer yang sudah tidak lagi didukung oleh Windows 7.

Dilansir dari The Verge (24/1/2020) bahwa Kementerian Federal Jerman mengamankan setidaknya 33.000 perangkat komputer yang masih menggunakan Windows 7. Upaya pengamanan akan dilakukan termasuk dengan membayar sistem keamanan perpanjangan (extended security protection) selama satu tahun.

Baca Juga:
NSA Temukan Kerentanan di Windows 10

Untuk biaya sistem kemanan perpanjangan Windows 7 sendiri saat ini sekitar $25 perkomouter, dan biaya ini diprediksi akan naik satu kali lipat biayanya manjadi $50 perkomputer pada tahun 2021 dan naik lagi menjadi $100 perkomputer pada 2022. Sedangkan untuk Windows 7 Pro biaya yang dikenakan lebih mahal lagi berkisar $50 perkomputer dan akan melonjak menjadi $100 pada tahun 2021 kemudian menjadi $200 pada 2022.

Biaya tersebut bahkan bisa lebih mahal lagi jika komputer yang diperpanjang keamanannya lebih sedikit. Semua ini bervariasi tergantung pada berapa banyak komputer yang digunakan dan bagaimana sebuah perusahaan bisa melakukan negosiasi diskon untuk proyek keamanan komputer ini.

Baca Juga:
Windows 7 Dimatikan, Ini Cara Upgrade ke Windows 10 Secara Gratis

Microsoft sendiri sudah mengimbau para pengguna Windows 7 untuk segera melakukan upgrade ke Windows 10 sebelum 14 Januari 2020. Tapi Jerman tidak bisa memenuhi imbauan tersebut secara tepat waktu. Dilaporkan sebanyak 20.000 dari 85.000 komputer masih menggunakan Windows 7.

Komputer yang masih menggunakan Windows 7 akan memasuki fase end-of-life di mana tidak ada bantuan sama sekali bagi pengguna sistem operasi (OS) milik perusahaan Bill Gates ini, seperti tidak akan lagi pembaruan (update) software atau perbaikan keamanan (security) dari Microsoft.