Jakarta — Sinergi strategis antara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama Danantara diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan pasar segmen enterprise hingga 30%. Hal ini disampaikan dalam diskusi strategis mengenai arah pengembangan bisnis Telkom Enterprise yang digelar beberapa waktu lalu.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, memaparkan prospek cerah tersebut kepada jajaran manajemen Danantara. Agenda diskusi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, serta Managing Director Business-2 Danantara, Setyanto Hantoro.
Optimisme pertumbuhan ini tidak lepas dari langkah restrukturisasi yang tengah dijalankan Telkom Enterprise. Penataan organisasi dilakukan seiring dengan strategi besar perusahaan melalui TLKM 30 yang mencakup pembenahan organisasi, penguatan tata kelola, dan penyederhanaan proses bisnis agar lebih efektif serta berorientasi pada kebutuhan pasar B2B.
Veranita menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari sinergi Telkom bersama Danantara. Langkah strategis ini bertujuan memastikan Indonesia memiliki fondasi digital yang kuat untuk menjawab tantangan teknologi masa depan, mulai dari kecerdasan buatan hingga keamanan siber.
“Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty. Telkom siap mengambil peran strategis tersebut melalui penguatan konektivitas dan solusi digital yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital di berbagai sektor,” ujar Veranita dalam keterangan resminya, Jumat (14/8/2026).
Telkom Enterprise sendiri telah menghadirkan beragam solusi digital yang menjawab kebutuhan pemerintahan, BUMN, hingga dunia usaha. Solusi tersebut mencakup layanan AI, cloud, data center, managed services, Internet of Things (IoT), hingga cyber security yang membutuhkan konektivitas tangguh dan berkapasitas tinggi.
Saat ini, kontribusi bisnis enterprise terhadap pendapatan Telkom baru mencapai sekitar 11% atau senilai Rp19 triliun. Angka tersebut dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan, mengingat perusahaan telekomunikasi global umumnya memperoleh 20% hingga 30% pendapatan dari segmen enterprise.
“Dengan transformasi yang tepat, kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan,” jelas Veranita. Pihaknya meyakini peluang pertumbuhan tersebut dapat direalisasikan melalui penyederhanaan proses bisnis yang sedang berjalan.
Langkah penyederhanaan tersebut diwujudkan dengan memanfaatkan teknologi digital yang dimulai dari internal Telkom. Upaya ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses internal sekaligus mempercepat layanan kepada pelanggan dan membuka peluang pengembangan bisnis baru yang adaptif.
Ke depan, Telkom akan terus memperkuat sinergi antara konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, dan layanan keamanan siber. Seluruh elemen tersebut menjadi fondasi dalam menghadirkan solusi digital end-to-end bagi berbagai sektor industri di Tanah Air.
Pengembangan bisnis enterprise yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat daya saing nasional dan mempercepat transformasi digital. Telkom optimistis langkah ini turut mendukung terwujudnya kedaulatan digital Indonesia di tengah dinamika teknologi global yang semakin kompetitif.
Komitmen Telkom dalam mendorong ekosistem digital nasional juga sejalan dengan berbagai inisiatif industri lainnya. Transformasi digital yang masif terus didorong oleh berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Selain itu, penguatan kapabilitas digital juga terlihat dari berbagai sektor yang mulai mengadopsi teknologi terkini. Inovasi terbaru dari berbagai perusahaan turut mewarnai lanskap transformasi digital di Indonesia, termasuk di segmen UMKM melalui kolaborasi strategis antar pemain industri.
Dengan berbagai langkah strategis yang diambil, Telkom Enterprise diposisikan sebagai tulang punggung pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan. Sinergi bersama Danantara diharapkan menjadi katalis yang mempercepat realisasi target pertumbuhan segmen enterprise di masa mendatang.